Halal Bi Halal, PC ISNU Pasuruan Mantapkan Program Sertifikasi Halal

Halal Bi Halal, PC ISNU Pasuruan Mantapkan Program Sertifikasi Halal

Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar halal bi halal, Sabtu (27/5/2023). Kegiatan yang diadakan di Universitas Yudharta Pasuruan, sekaligus memantapkan program sertifikasi halal yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Selain diawali bermaaf-maafan dibulan Syawal, acara dilanjutkan sambutan oleh tuan rumah . Setelah itu diisi pamantapan rapat koordinasi program sertifikasi halal sebagai upaya membantu UMKM dalam meningkangkan kualitasnya.

Ketua PC ISNU Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I, memberikan sambutan serta arahan bagi peserta yang hadir. Beliau mengucapkan terimakasih kepada pengurus ISNU atas kehadirannya, baik dari PC maupun PAC, karena kekompakan membuat kegiatan rakor pemantapan Proses Ptoduk Halal (PPH) di Kampus Yudharta ini terlaksana dengan baik.

“PW ISNU Jawa Timur sudah membentuk lembaga solusi halal, ini bukan sembarangan, karena kini sertifikasi halal sudah tidak lagi dipegang oleh MUI tapi dipegang oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang langsung diawasi oleh pemerintah melalui Kementrian Agama yang mana pada tahun 2024 semua produk di Indonesia wajib tersertifikasi halal,” ujarnya.

PC ISNU Pasuruan turut membantu PW ISNU Jawa Timur untuk mensosialisasikan sertifikat halal, namun dirasa masih belum maksimal. Maka Pak Adip berpesan pada pengurus untuk segera membuat gerak cepat, agar kader PPH ISNU dapat menjaring pelaku usaha sebanyak-banyaknya.

Potensi sertifikasi halal pelaku usaha di Pasuruan masih perlu digali lagi. Pasalnya jumlah pelaku usaha yang sudah mendaftar masih di bawah target. Dari sebagian besar yang sudah mendaftar sertifikat halal, Pasuruan ini masih tergolong sedikit yang sadar akan manfaat sertifikat halal, oleh karenanya kami akan berkolaborasi dengan LSH PW ISNU Jatim dan BPJH Kemenag serta berbagai stakeholder agar program pendampingan sertifikat halal gratis ini dapat tersampaikan secara luas di kabupaten Pasuruan.

Dari tindak lanjut dari diskusi tersebut, ISNU Pasuruan berencana akan mengundang peserta PPH pada tanggal 6 Juni 2023 di Universitas Yudharta. Kegiatan tersebut semata-mata untuk membantu warga Nahdlatul Ulama dan untuk memajukan UMKM di Pasuruan.

ISNU Pasuruan Hadiri Halal Bihalal dan Ikuti Koordinasi LSH PW ISNU Jatim

ISNU Pasuruan Hadiri Halal Bihalal dan Ikuti Koordinasi LSH PW ISNU Jatim

PC ISNU Kabupaten Pasuruan menghadiri acara Halal Bihalal bersama LSH (Lembaga Sertifikasi Halal) PW ISNU Jawa Timur, Sabtu (21/5/2023). Berangkat ke tempat acara di hotel Grand Darmo Surabaya. Ketua PC ISNU Kab. Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I, memboyong belasan pengurusnya.

Halal Bihalal tersebut juga dihadiri oleh Dr. Noor Chusnul direktur LSH PW ISNU Jatim, Dr. H. M. Abduk Syakur kepala bidang kerjasama BPJPH Kemenag RI, serta Prof, Dr. H. Mas’ud Said selaku ketua PW ISNU Jatim. Acara ini juga sekaligus menjadi tempat evaluasi dan motivasi antar tiga komponen, yakni BPJPH Kemenag RI, LSH PW ISNU JATIM, dan Para pendamping PPH ( Proses Produk Halal) dari seluruh wilayah Jawa Timur yang berada naungan ISNU Jatim.

PC ISNU kabupaten Pasuruan hadir dengan mengajak perwakilan pendamping PPH yaitu Muhammad Choiron, M. Pd. Saat ini ISNU kabupaten Pasuruan termasuk ISNU yang sangat serius menyiapkan para pendamping PPH mulai dari proses rekrutmen, diklat, sampai implementasinya di lapangan.

Dalam sambutanya kemarin Dr. Noor Chusnul mengatakan, jumlah pendamping PPH yang aktif tidak lebih dari separuh dari keseluruhan jumlah pendamping yang terdaftar di akun BPJPH Kemenag RI. “Tapi di sisi lain, beberapa pendamping PPH ISNU terbilang sangat aktif dan mencetak rekor. Diantaranya dari ISNU Bangkalan Madura dan Kabupaten Sidoarjo, yang mana keduanya bisa memproses pengajuan sertifikat halal produk UMKM sampai ratusan sertifikat setiap bulannya dan sudah menerima insentif antara Rp 50 juta – Rp 70 juta” tambahnya.

Tantangan kedepan adalah bagaimana program sertifikasi halal produk UMKM di Indonesia mencapai 10 juta bisa tercapai, dan dana 1 milyar untuk insentif pendamping PPH bisa segera diserap. Hal ini diungkapkan Dr. H. M. Abdul Syakur saat sambutan

Berkaca pada kegiatan tersebut, ISNU Pasuruan merasa perlu merapatkan barisan di jajaran pendamping PPH nya dan akan melakukan langkah-langkah strategis agar hasilnya menjadi maksimal. Hal ini sempat disinggung oleh Prof Dr H. Mas’ud Said dalam sambutannya kemarin, sebagai ISNU terbaik di Jatim, seharusnya ISNU Pasuruan menjadi terdepan dalam pendampingan PPH nya.

Seusai acara tersebut, jajaran pengurus PC ISNU kabupaten Pasuruan langsung melakukan rapat koordinasi singkat di luar aula hotel dalam merespon kondisi ini. Langkah langkah yang akan dilakukan diantarnya melakukan pemantapan melalui diklat ulang secara offline, karena yang dulu dilakukan secara online dengan alasan ketika covid 19.

Selain itu ISNU Pasuruan akan mewadahi pra pendamping PPH dalam forum komunikasi dan motivasi sehingga bisa saling menyemangati. Dan juga ISNU Pasuruan akan bekerjasama dengan pihak terkait untuk saling berkolaborasi.

ISNU Pasuruan Komitmen Wujudkan Nahdlatut Tujjar

ISNU Pasuruan Komitmen Wujudkan Nahdlatut Tujjar

Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur (Jatim) mengelar Halal Bihalal di Hotel Grand Darmo Surabaya, Sabtu (20/05/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Ahmad Adip Muhdi bahwasanya akan membatu warga NU yang bergerak di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan untuk memajukan perekonomian warga Pasuruan.

“ISNU Pasuruan berkomitmen melayani persoalan ekonomi masyarakat Pasuruan dan mudah-mudahan ini bagian dari penguatan perwujudan nahdlatut tujjar atau kebangkitan pedagang,” ujarnya.

Sementara pendamping LSH ISNU Pasuruan, Muhammad Choiron mengatakan, ISNU Pasuruan telah menyiapkan para pendamping Proses Produk Halal (PPH) mulai dari proses rekrutmen, diklat, sampai implementasinya di lapangan.

“Namun, sejauh ini hasilnya belum maksimal sebagaimana yang diharapkan,” terangnya.

Berkaca pada kegiatan tersebut, ISNU Kabupaten Pasuruan akan merapatkan barisan di jajaran pendamping PPH nya dan akan melakukan Langkah-langkah strategis yakni dengan melakukan koordinasi dengan ISNU yang telah sukses.

“Langkah yang dilakukan ISNU Kabupaten Pasuruan yakni dengan melakukan penetapan diklat ulang secara offline, mewadahi dalam forum komunikasi dan motivasi sehingga bisa saling menyemangati dan melaksanakan kerja sama dengan pihak terkait,” jelasnya.

Direktur LSH ISNU Jatim, Noor Chusnul menambahkan, jumlah pendamping PPH yang aktif tidak lebih dari separuh dari keseluruhan jumlah pendamping yang terdaftar di akun Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Namun disisi lain banyak pendamping ISNU Jatim yang mencetak rekor.

“ISNU Bangkalan Madura dan ISNU Kabupaten Sidoarjo yang mana keduanya bisa memproses pengajuan sertifikat halal produk UMKM sampai ratusan sertifikat setiap bulannya, dan sudah menerima insentif antara Rp50 juta – Rp70 juta,” tambahnya.

Menakar Urgensitas Makna yang Tersirat 3 Buku Hadiah dari ISNU PASURUAN

Menakar Urgensitas Makna yang Tersirat 3 Buku Hadiah dari ISNU PASURUAN

Rupanya, tulisan artikel saya kemarin mendapat respon cepat dari ketua ISNU kabupaten Pasuruan Dr. KH. Adip Muhdi, M.H.I dengan mengirim paket buku kedua yang berjudul Peranan KH. Achmad Siddiq Dalam Pembaharuan Nahdhatul Ulama, al-Durar al-Nabawiyah Syarah al-Arbain al-Nabawiyah, dan Pengembangan Kurikulum Pesantren Muadalah.

Buku pertama, Peranan KH. Achmad Siddiq Dalam Pembaharuan Nahdhatul Ulama, isinya memang tidak perlu diragukan lagi. Isi buku tersebut, merangkum adanya eksistensi ormas terbesar itu dalam peran serta perjuangan NU dalam setiap perodisasi sejarah Indonesia. NU merupakan salah satu garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Berkaitan dengan itu, terdapat tokoh tokoh penting yang berjasa dalam kemerdekaan NKRI , sekaligus ada beberapa tokoh yang dinobatkan sebagai pembaharu (mujaddid). Di Indonesia tidak sedikit tokoh yang dipandang sebagai pioner karena gagasannya brilian, salah satunya KH. Achmad Siddiq seorang ulama yang populer dikalangan Nahdhatul Ulama.

Buku kedua, Pengembangan Kurikulum Pesantren Muadalah yang ditulis oleh senior saya dipascasarjana program doktor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. KH. Abdullah Shodiq Ahmad Sahal Basyaiban, M.Pd. Buku ini, merupakan disertasi beliau yang mengupas tuntas tentang landasan pengembangan kurikulum pesantren Muadalah perspektif yuridis, filosofis, sosialis, saintis, dan religius.

Buku ketiga, masih karya beliau yang kali ini beda dengan buku sebelumnya yang full Arabic. Sepertinya, penulis mencermati dan mengomentari (men-syarahi) kitab yang cukup familiar dan fenomenal dikalangan pondok pesantren salafiyah yaitu kitab al-Arbain an-Nawawi. Ada beberapa deretan kitab yang mengomentari tersebut dari beberapa sudut pandang seperti kitab al-Kahfi karya Dr. Abdullah Sahal, MA yang memotret dari sudut pandang asbabul wurudnya.

Sementara, karya Dr. KH. Abdullah Shadiq Basyaiban, M.Pd yang saya baca tadi, memotret kitab al-Arbain an-Nawawi karya imam al-Hafidz al-Faqieh Abu Zakaria Muhyiddin al-Nawawi dari sudut pandang makna lafadh yang tersirat didalamnya dan tupoksi hadits serta perawinya.

Sungguh, alfakir sangat bersyukur sekali atas tiga hadiah buku dan kitab ini untuk memperkuat keilmuan saya yang bersifat literatif dan argumentatif bukan sekedar normatif dan tekstualis. Terlebih lagi, kitab al-Durar al-Nabawiyah memacu semangat saya untuk segara merampungkan dan menerbitkan karya kitab saya yang full Arabic dengan judul “Tadbiru al-Hayat Alaa Fikrati al-Syaklh al-Duktur Aly Jum’at Mesir” yang masih taraf editing.

Alfakir, hanya bisa berdoa semoga amal jariah berupa karya buku dan kitab yang dihadiahkan penulis terutama al-karim Ibnu al-Karim akhina al-kabir Dr. KH. Adip Muhdi, M.H.I selaku ketua ISNU kabupaten Pasuruan yang telah berkenan merespon baik keinginan terbesar alfakir yang terpendam selama ini, menjadi investasi amal dan bekal menghadap Allah SWT kelak di akhir hayatnya. Amin.

Salam, al-Mihrab Foundation. Prajekan, 17 Mei 2023
Oleh : Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

The Power of Hadiah

The Power of Hadiah

“Saling beri hadiahlah kalian, sudah barang tentu akan mengundang rasa saling mencintai…”

Kemarin, saat gubuk kami kedatangan sahabat senioritas program doktor Pascasarjana UIN Maliki Malang Dr. KH. Adip Muhdi, M.H.I bersama rekannya sesama pengurus ISNU Pasuruan. Kami banyak berbincang tentang buku, terlebih kita sama-sama hobbi baca dan menulis buku.

Perbincangan tentang buku, dilanjutkan di kafe Ayah bunda kota Situbondo, sambil menikmati bebek locot dan menyeruput minuman jeruk hangat. Akhirnya, beliau menjanjikan akan memberikan hadiah buku karya beliau sendiri pada waktu penelitian tesis magisternya yang mengangkat sosok gurunda utamanya KH. Ahmad Shiddiq Astra Jember.

Sayapun sangat tertarik sekali, pasalnya sosok dan nama besarnya cukup familiar di telinga saya, terlebih ditambah literasi bacaan majalah AULA milik NU yang mengupas perjalanan dan sejarah hidupnya yang mem-back up Pancasila pada saat mu’tamar NU di pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo.

So, pada saat nyantri di salah satu pesantren Petuk Kediri, saya diajak salah satu teman santri yang kebetulan dia masih keluarga besar Gus Miek Ploso Kediri. Setiba dikediamannya, saya diajak masuk kedalemnya Gus Miek, selanjutnya bersama-sama ziarah ke makbarah nya.

Subhanallah, tak diduga sebelumnya rupanya disebelah makam Gus Miek terdapat makam yang bertuliskan KH. Ahmad Siddiq Jember. Berapa kagetnya saya pada waktu itu. Setelah dikonfirmasi pada teman saya, ternyata benar sekali, makam tersebut adalah makam KH. Ahmad Shiddiq Jember karena keduanya mempunyai hubungan keluarga mesanan.

Pantas saja, kalau makmamnya berdampingan. Alhamdulillah, sesuai janjinya Dr. KH. Adip Muhdi, M.H.I menepati janjinya dengan mengirim tiga buku sekaligus, yaitu buku KH. Achmad Muzayyin Zain, sosok kyai sederhana, zuhud dan pengayom umat, buku Selayang Pandang MA Assholah Kejeron, dan buku terakhir buku Profil Ringkas PC ISNU Pasuruan.

Kendati tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan sebelumnya, namun alfakir dengan hati yang paling dalam mengucapkan jazakumullah Ahsanal Jaza’. Semoga kiriman paket bukunya menjadi tambahan ilmu kepada umat Islam terutama kaum nahdhiyin kabupaten Bondowoso yang sudah lulus sarjana sekaligus menjadi inspirasi dan pecut motivasi bagi mereka untuk bisa mengikuti jejak mulia ISNU kabupaten Pasuruan menjaga sarjana kreatif, inovatif dan produktif.

Seorang kalam hikmah berkata:

“Buku adalah jendela dunia.”

Lebih lanjut lagi, Dr. Aid al-Qarni, MA ulama timur tengah berkata:

“Untuk mengetahui keulitas keilmuan seseorang, cukup sederhana yaitu kunjungi rumahnya dan lihat seberapa banyak referensi bukunya.”

Bahkan Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA menambahkan:

“Dulu saya sempat fanatik dan mudah menghakimi orang lain yang tidak sejalan dengan pemikiran saya. Namun, dengan berjalannya waktu dan semakin bertambah literasi bacaan yang saya baca, maka semakin bijaksana dalam menyikapi sebuah perbedaan. Saya tidak lagi mudah, menjustifikasi orang yang tidak sepemahaman dengan diri lagi.”

Salam, al-Mihrab Foundation. Prajekan, 16 Mei 2023
Oleh: Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

The Power of Ikhlas: Rahasia Meraih NU Award PWNU Jatim 2023

The Power of Ikhlas: Rahasia Meraih NU Award PWNU Jatim 2023

“Orang bodoh akan hancur kecuali orang berilmu. Orang berilmu akan hancur kecuali orang yang mengamalkannya. Orang pengamal ilmu akan hancur kecuali orang yang tulus ikhlas (Mukhlisin)…”

Kutipan hadits diatas, menjadi pondasi utama ISNU Pasuruan dalam meraih NU Award PWNU Jatim katagori karya ilmiah generasi sarjana NU di Kabupaten Pasuruan yang dikomandani oleh Dr. KH. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I. sekaligus ketua Yayasan Pondok Pesantren Assholach Kejeron Pasuruan.

Kehadirannya beliau kemarin digubuk kami, merupakan balasan silaturahim saya dengan KH. Muhammad Muslih pengasuh Yahtadi Lumajang dua tahun yang lalu saat bertandang kerumah Prof. KH. Mujab, Ph.D salah satu guru besar UIN Maliki Malang.

Agenda utama beliau, menghadiri halal bi halal alumni Pondok Pesantren Astra Zainab Shidiq Jember yang dihadiri langsung Gus Firjon yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Jember. Kebetulan panitia penyelenggaranya berada di kabupaten Bondowoso. Pepatah bilang, sekali dayung dua pulau terlampaui.

Mumpung berada di Bondowoso, usai halal BI halal beliau road show silaturahim kerumah saudara saudaranya yang berada di kota tape tersebut, tidak terkecuali rumah saya di Prajekan tak luput dari agenda silaturahminya.

Setibanya dirumah, kami mengenang masa kuliah dulu dan pada saat rihlah ilmiah di tiga negara, Singapura, Malaysia dan Thailand. Disamping itu, saya mencoba mengorek rahasia kemenangan ISNU Pasuruan dalam ajang yang cukup spektakuler NU Award yang di adakan PWNU Jatim Indonesia yang langsung diserahkan oleh Gubernur Jatim ibu Khofifah Indraprawansah.

Rupanya rahasia kemenangan sangat sederhana sekali, yaitu tulus ikhlas dalam mengemban amanah tersebut. Tentu dengan ilmu manajemen yang dimilikinya, pasalnya kepakaran doktornya dalam bidang manajemen pendidikan Islam. Koneksitas keilmuannya, masih linier dengan tupoksi amanah yang disandangnya saat ini sebagai ketua ISNU Pasuruan. Hal ini, senada dengan sabda Rasulullah Saw.

“Orang bodoh akan hancur kecuali orang berilmu. Orang berilmu akan hancur, kecuali orang yang mengamalkannya (aplikasi). Dan orang yang mengamalkan ilmunya akan hancur , kecuali orang yang tulus ikhlas (Mukhlisin).”

“Mohon maaf, ISNU Pasuruan yang dikomandoi Anda kemarin dinobatkan sebagai pemenang NU Award PWNU Jatim, kira-kira apa rahasianya?” Tanyaku penasaran.

“Rahasianya adalah tulus ikhlas dalam mengemban amanah tersebut.” Jawabnya diplomatis.

Tentu, takaran narasi tersebut simpel tetapi luwas maknanya. Tidak sekedar ketulusan saja, perlu ditopang dengan berbagai disiplin ilmu keorganisasian yang cukup matang. Bahkan, disela-sela menikmati menu makanan bebek locot di kafe Ayah bunda kota Situbondo yang super pedas alias hot banget, beliau menyampaikan:

“Memang diakui, sebelumnya ISNU Pasuruan sempat vakum. Tetapi berkat sentuhan tangan dinginnya yang sarat dengan profesionalisme, berangsur-angsur merangkak naik hingga pada akhirnya, berkat kerja team yang kompak ISNU Pasuruan meraih NU Award mengalahkan 33 PC ISNU se-Jawa Timur.” Tandasnya penuh retorika manajemen.

Kiprahnya, tidak hanya mampu menerbitkan 13 buku karya sarjana NU Kab Pasuruan, tetapi juga beliau mengembangkan pertanian dan usaha industri lainnya, seperti baju Koko, sarung, songkok dan lain sebagainya berlogo ISNU Pasuruan.

Tak pelak, jika beliau terpilih untuk kedua kalinya pada periode berikutnya karena prestasinya yang gemilang. Menurutnya, barangkali ISNU satu-satunya di Jawa timur bahkan di Indonesia yang mempunyai inisiatif meningkatkan kreativitas dan produktifitas para sarjana NU berkarya menulis buku hingga mencapai 13 karya ilmiah.

Tanpa sadar, perbincangan kami di kafe Ayah bunda kota Situbondo dihentikan oleh kumandang adzan shalat Maghrib. Usai adzan, masih melanjutkan sisa topik diskusi yang belum selesai. Kemudian dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah di mushalla yang berada di area kafe Ayah bunda.

Syahdan, obrolan renyah tersebut dihentikan karena beliau harus pulang ke Pasuruan, soalnya masih mau menghadiri rapat organisasi lainnya. Semoga perjalanan pulangnya bersamaan dengan Maunah Allah SWT dan selamat sampai dirumah bertemu keluarga. Amin.

So, silaturahim yang beliau lakukan telah menebar energi dan inspirasi perjuangan dalam kehidupan ini. Saya pinjam istilah bahasa KH. Muhammad Ghazali Utsman disela sela dakwahnya:

“Kalau tidak bisa memberikan manfaat pada orang lain, paling tidak jangan sampai menjadi benalu bagi mereka.”

Pada hakekatnya, orang yang melakukan kebaikan akan kembali pada dirinya sendiri. Begitupun sebaliknya. Sebagaimana firman Allah SWT.

“Jika kalian berbuat baik, kebaikan tersebut akan kembali pada kalian. Sebaliknya, jika kalian berbuat jahat, sudah barang tentu kejahatan tersebut juga akan kembali pada kalian sendiri.”

Salam, al-Mihrab Foundation. Situbondo, 14 Mei 2023
Oleh: Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA