oleh BAM Yusuf | Minggu, 11 Juni 2023 | Kabar Berita
Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ( ISNU ) Kabupaten Pasuruan kembali menggelar penguatan atau pemantapan Pendamping PPH di Wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 40 Pendamping PPH ISNU Kabupaten dan Kota Pasuruan hadir di Gedung Nusantara Universitas Yudharta Pasuruan. Selasa, 6 Juni 2023 Pemantapan Pendamping Proses Produk Halal (PPH ) di mulai sejak pukul 13.00 hingga 17.00 WIB dengan berbagai diskusi serta cerita pengalaman kesuksesan dalam mendampingi produk Halal.
Menurut Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr.Ahmad Adip Muhdi, MHi. Peran ISNU dalam mendampingi Produk Halal ini merupakan salah satu program kerja PCNU kabupaten Pasuruan yang mana PW ISNU JATIM merupakan salah satu Lembaga Sertifikasi Halal ( LSH).” ISNU ini merupakan salah satu Lembaga Sertifikasi Halal harus menjadi yang terdepan, setidaknya nanti hasil dari pendampingan dapat digunakan untuk kuliah lebih tinggi lagi.” Ujar Dr.Adip
Sarjana S3 lulusan UIN Malik Ibrahim Malang ini juga menegaskan bahwa anggota ISNU harus terus meningkatkan kapasitasnya sebagai sarjana dengan kuliah lebih tinggi lagi.” Anggota atau Pengurus ISNU yang S1 ya harus melanjutkan ke S2 dan yang S2 harus ke S3, Pendamping Produk Halal ini sebagai jembatan untuk membantu peningkatan kapasitas tersebut.” Tegasnya dalam sambutan.
Pemantapan Pendamping PPH ISNU Kabupaten Pasuruan tersebut dihadiri pula oleh salah satu LSH PW ISNU Jawa Timur Dr. Siti Nur Husnul Yusmiati, M.Kes., dan Jamianto, S.Ag. Keduanya menceritakan berbagai pengalaman sukses dalam mendampingi Pendampinh PPH ISNU se Jawa Timur. Harapannya dari kegiatan ini nantinya semangat para pendamping PPH ISNU Kabupaten Pasuruan kembali muncul sehingga target pensertifikatan Produk UMKM seluruh Kabupaten dan Kota Pasuruan dapat tercapai.
oleh ISNU Pasuruan | Rabu, 7 Juni 2023 | Kabar Berita
ISNU kabupaten Pasuruan terus memberdayakan dan memberikan tugas kepada sarjana untuk melayani masyarakat khususnya sebagai petugas pendamping Proses Produk Halal (PPH).
Saat ini Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan kembali melakukan pemantapan bagi para pendamping PPH yang telah lulus Diklat dan telah tercatat sebagai pendamping resmi dalam akun SIHALAL Kementerian Agama RI.
Untuk memantapkan program kerja Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pimpinan Cabang Kabupaten Pasuruan, mendatangkan direktur Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU JATIM Dr. Hj. Siti Nur khusnul dan Trainer lain Jamianto.
Panitia akan terus menggelar bimbingan tehnis dan pemantapan pendamping PPH (Proses Produk Halal) yang berada di bawah naungan PC ISNU kabupaten Pasuruan.
Dalam waktu dekat bulan juni, PC ISNU kabupaten Pasuruan dan kota Pasuruan dengan LSH (Lembaga Solusi Halal) PW ISNU JATIM menggelar bimtek bagi anggota ISNU yang belum lulus sebagai penyuluh pendamping Halal.
Untuk memberdayakan para sarjana dari berbagai disiplin ilmu, Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten Pasuruan siap menggelar Kegiatan Pemantapan Pendamping PPH sebagai kelanjutan dari Diklat Pendamping Halal yang dilakukan secara online sebelumnya. Para sarjana ini di bekali ilmu dan keterampilan teknis untuk mendampingi para pelaku usaha mikro kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh kabupaten Pasuruan jatim.
Menurut Dr. Ahmad Adip Muhdi selaku ketua PC ISNU kabupaten Pasuruan, ” ya selama ini para sarjana yang bergabung di ISNU belum tahu manfaat untuk berkiprah di masyarakat dengan kerja sama dengan BPJPH kemenag RI. Kami Memberdayakan para sarjana sebagai petugas pendamping produk proses Halal ” katanya kepada wartapro.com
Ada sekitar 40 anggota yang hadir dalam acara pemantapan dan bimbingan tehbis yang di gelar pada Selasa tanggal 6 juni 2023 di Universitas Yudharta Pasuruan.
Dr.Hj. Nur Khusnul S. Direktur LSH menambahkan, Saat ini lembaga solulsi Halal (lSH) NU urutan nomor 1 di jawa Timur dan nomor 8 se indonesia dari 100 lebih lembaga pendamping proses Halal . Hal ini menandakan bahwa LSH di percaya oleh masyarakat. Dan ini peluang bagi para petugas untuk memberikan dan membantu melayani masyarakat pelaku usaha untuk memperoleh sertifikat halal. Masih banyak pelaku usaha yang produk nya belum sertifikasi halal.
oleh Mokhamad Faisol | Rabu, 7 Juni 2023 | Kabar Berita
Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar pemantapan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) di Universitas Yudharta, Kecamatan Perwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (06/06/2023).
Wakil Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan A Fauzi Hamzah mengatakan bahwasannya pendamping PPH merupakan bagian dari wasilah untuk mendapatkan berbagai kenikmatan dan kebahagiaan untuk menjadi orang yang bertaqwa.
“Barang siapa yang taqwa maka akan dimudahkan rizkinya oleh Allah tanpa disangka-sangka,” katanya.
Lebih lanjut Ustadz Fauzi mengungkapkan, menjadi perantara produk halal melalui pendamping PPH bisa menjadi nilai ibadah karena mengawal produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) milik warga hingga memiliki predikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi manusia lainnya. Ini berarti kita sebagai manusia sudah seharusnya saling membantu dan menjadi berguna bagi orang lain,” ujarnya.
Sementara Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adip Muhdi mengungkapkan, pemantapan ini bertujuan untuk memotivasi para pendamping PPH yang belum jalan, namun bagi yang sudah jalan harus tambah semangat untuk mendampingi produk UMKM.
“Pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari pendampingan pandemi Covid-19 yang dilakukan secara daring dan hari ini dilakukan secara luring,” terangnya.
ISNU Kabupaten Pasuruan akan menyiapkan 30 pendamping PPH di Kabupaten Pasuruan dan membagi di setiap PAC.
“Kami akan menyiapkan mentor mentor untuk mendampingi para PPH yang kesulitan dalam mengawal pelaku UMKM,” tutupnya.
oleh ISNU Pasuruan | Senin, 5 Juni 2023 | Kabar Berita
Untuk memantapkan program kerja Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pimpinan Cabang Kabupaten Pasuruan, panitia akan menggelar Rapat Kerja dan sekaligus pemantapan pendamping PPH (Proses Produk Halal) yang berada di bawah naungan PC ISNU kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama PC ISNU kabupaten Pasuruan dengan LSH (Lembaga Solusi Halal) PW ISNU JATIM.
Untuk memberdayakan para sarjana dari berbagai disiplin ilmu, Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten Pasuruan siap menggelar Kegiatan Pemantapan Pendamping PPH sebagai kelanjutan dari Diklat Pendamping Halal yang dilakukan secara online sebelumnya. Para sarjana ini di bekali ilmu dan keterampilan teknis untuk mendampingi para pelaku usaha mikro kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh kabupaten Pasuruan jatim.
Menurut Dr. Ahmad Adip Muhdi selaku ketua PC ISNU kabupaten Pasuruan, ” ya kami menjembatani para sarjana untuk berkiprah di masyarakat dengan kerja sama dengan BPJPH kemenag RI. Memberdayakan para sarjana sebagai petugas pendamping Halal ” katanya kepada media ini.
Di kabupaten Pasuruan yang mendaftar dulu sekitar 90 orang tapi seiring dengan berjalannya waktu ada petugas yang tidak aktif dan sebagian mengundurkan diri. Rencananya besok Selasa tanggal 6 juni 2023 panitia mengumpulkan pendamping yang masih aktif untuk diberikan bimbingan teknis dan pendampingan ulang guna memaksimalkan kinerja mereka. Saat ini PC ISNU kabupaten Pasuruan menggandeng Universitas Yudharta Purwosari untuk mensukseskan acara tersebut.
oleh Mokhamad Faisol | Kamis, 1 Juni 2023 | Kabar Berita
Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan dalam mengembangkan potensi diri. Namun tidak semua masyarakat khususnya orang tua memahami betul akan pentingnya pendidikan bagi diri anaknya, terlebih perguruan tinggi.
Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan, Ahmad Adip Muhdi di dalam podcast Institut Teknologi Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan, Rabu (31/05/2023).
“Kurangnya kesadaran pelajar terutama akan pentingnya pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Padahal banyak beasiswa yang diberikan pemerintah untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi ini penting sebagai bekal untuk menghadapi masa depannya,” ujarnya.
Menurutnya, peran ISNU saat ini adalah untuk mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya menempuh pendidikan tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Akhir (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA). Karena peranan pendidikan sangat menentukan masa depan generasi muda sejak usia dini, serta berpengaruh dalam pembentukan karakter dan perkembangan seorang anak.
”Kurangnya edukasi orang tua dan guru akan pentingnya melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi faktor utama. Padahal masyarakat menginginkan setelah selesai pendidikan bisa bekerja. Namun faktanya banyak sarjana yang menganggur karena minimnya lapangan pekerjaan,” terangnya.
Dijelaskan, pengurus ISNU di Kabupaten Pasuruan tidak ada yang menjadi pengangguran, bahkan mereka menjadi pioner pengeraak di desa atau di lembaganya masing-masing.
“Maka dari itu kami akan mengedukasi dan memberikan rekomendasi bila ada pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Bagi sarjana NU, lanjutnya, yang masih bersikap apatis terhadap NU, mereka akan diajak berkhidmat di NU mulai dari tingkat ranting, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), sampai PC. Tentu Langkah-langkahnya secara bertahap.
“Bagi sarjana NU yang terpapar paham khilafah, radikalisme dan anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita rangkul lagi supaya mereka mau kembali pada paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) An Nahdliyah,” tutupnya.
oleh Mokhamad Faisol | Minggu, 28 Mei 2023 | Kabar Berita
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab) I di Universitas Yudharta Pasuruan, Sabtu (27/05/2023).
Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Ahmad Adip Muhdi mengatakan, hasil dari rapat koordinasi pertama adalah ISNU akan fokus menyiapkan para pendamping Proses Produk Halal (PPH) di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Pasuruan.
“Setelah kemarin kita menghadiri acara Pimpinan Wilayah (PW) ISNU Jawa Timur (Jatim), kami berkomitmen akan mendampingi produk masyarakat Nahdliyin sesuai dengan data yang masuk pada kita,” ujarnya.
Dosen Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan menerangkan, adapun strategi yang digunakan untuk mendampingi produk warga NU adalah dengan memanfaatkan media sosial.
“Konsep yang kami gunakan adalah Amati Tiru Modifikasi (ATM),” terangnya.
Menurutnya, saat ini yang sudah registrasi melalui ISNU Kabupaten Pasuruan hanya 30 orang dari 90 yang mendaftar. Oleh karena itu, peran ISNU adalah memaksimalkan registrasi tersebut dengan baik agar mendapatkan insentif.
“Kami akan memaksimalkan PPH di setiap PAC dengan cara mendatangkan pengurus LBH PW ISNU Jatim untuk memotivasi PPH di setiap PAC,” paparnya.
Pihaknya menjelaskan, potensi sertifikasi halal pelaku usaha di Pasuruan masih perlu digali lagi, pasalnya jumlah pelaku usaha yang sudah mendaftar masih di bawah target dari sebagian besar yang sudah mendaftar sertifikat halal.
“Program pendampingan sertifikat halal gratis ini dapat disebarkan secara luas di Kabupaten Pasuruan,” tandasnya.
Selain itu dari diskusi tersebut, ISNU Pasuruan berencana akan mengundang peserta PPH untuk membantu warga NU dan untuk memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pasuruan.