Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan langsung ke arena Muktamar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang pada Ahad, 30 Agustus 2026. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., bersama jajaran pengurus.
Agenda pertama diawali dengan mendatangi Posko ISNU Jawa Timur yang berlokasi di area sekitar perhelatan muktamar. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi serta melihat dari dekat partisipasi sarjana NU selama tiga hari pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut.
“Kami mengapresiasi partisipasi maksimal ISNU Jatim. Selama tiga hari muktamar, berbagai forum strategis mulai dari talkshow, seminar, pameran inovasi, hingga bazar UMKM sukses digelar untuk mendorong penguatan SDM warga Nahdliyin secara berkelanjutan,” ujar Dr. Ahmad Adip Muhdi.
Perjalanan dilanjutkan ke Posko PCNU Kabupaten Pasuruan yang berada di kawasan Tambakberas, tidak jauh dari komplek makam pahlawan nasional sekaligus Pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah. Di posko ini, jajaran ISNU Pasuruan berdialog interaktif guna menyerap informasi terkini mengenai dinamika sidang-sidang muktamar.

Dinamika terkait mekanisme kepemimpinan menjadi perhatian utama para muktamirin. Pada hari ketiga pelaksanaan muktamar, telah dicapai kesepakatan krusial mengenai pembentukan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai lembaga permanen. AHWA nantinya bertugas memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dengan menyerap aspirasi dari PWNU dan PCNU se-Indonesia.
Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan menyampaikan harapannya agar kepemimpinan PBNU mendatang benar-benar mencerminkan nilai-nilai Qanun Asasi NU.
“Kami berharap muktamar ini menghasilkan duet Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang serasi dan saling melengkapi. Idealnya, salah satu figur lebih senior dibanding yang lain, baik dari keilmuan maupun rekam jejak pengkaderan—sebagaimana kepemimpinan KH Achmad Siddiq dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada era 1990-an,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan ditutup secara khidmat dengan melakukan ziarah dan doa bersama di makam KH Abdul Wahab Chasbullah, memohon keberkahan agar perhelatan Muktamar NU berjalan lancar dan membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
