Pasuruan – Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) se Kabupaten Pasuruan beserta pengurus periode 2023-2026 resmi dilantik kemarin pada hari Ahad, 17 September 2023. Bertempat di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Kabupaten Pasuruan, acara berjalan dengan khidmat dan lancar.
Sekitar pukul 10.00 WIB peserta yang diperkirakan sekitar 400 orang dari 19 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan mulai berdatangan menempati tempat yang sudah disediakan. Acara dihadiri oleh Bupati Pasuruan Dr Irsyad Yusuf SE, MM, Ketua PW ISNU Jatim, Prof. Mas’ud Said, anggota DPRD Prov Jatim Muzammil Syafii, dan KH Abdullah,
Turut hadir pula perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan dan Bangil. Ketua MWC NU se-Kabupaten Pasuruan, Ketua Muslimat NU Pasuruan, serta para Ketua Banom NU Pasuruan.
”Pelantikan PAC ISNU Kabupaten Pasuruan sebagai regenerasi pengurus dalam upaya melanjutkan estafet pengurusan untuk menjalankan program roda organisasi ISNU di kecamatan yang ada di Pasuruan,” ucap Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I saat membuka sambutannya.
Kepada para undangan dan pengurus PAC yang hadir, Doktor Adip mengucapkan banyak terima kasih baik individu maupun institusi yang selama ini sudah membantu kegiatan ISNU kabupaten Pasuruan, serta berpesan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.
Di kesempatan yang sama, Prof. Mas’ud Said melantik langsung para pengurus PAC yang hadir. Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan arahan kepada pengurus PAC ISNU, agar segera melakukan konsolidasi kepada jajaran pengurus agar memahami visi misi, cita-cita dan arah perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Selain itu, meminta segera melakukan kaderasi dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan pengabdian dan khidmah ISNU di masyarakat. Kemudia menyiapkan program yang betul-betul riil dengan memanamkan nilai nilai intelaktual, nilai kajian strategis, dan nilai kejuangan bagi bangsa dan agama” tambah Professor Mas’ud.
Acara tersebut diakhiri dengan memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah memberikan manfaat kepada ISNU dan masyarakat. Atas dasar tersebut, ISNU Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi dan penghargaan berupa ISNU award dengan 5 kategori diantaranya PTS NU terbaik, MWC NU terbaik, Pendamping PPH terbaik, Kader ISNU terbaikdan Penulis buku terbaik.
Pasuruan – Sebagai bentuk apresiasi atau perhatian terhadap mahasiswa yang berprestasi. Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdhlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan kembali memberikan penghargaan kepada wisadawan terbaik Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini.
Acara wisuda dilaksanakan dengan khidmah di Hotel Ascent Premiere Gading Kota Pasuruan pada tanggal 16 September 2023 waktu pagi. Prosesi penyerahan penghargaan kepada Wisudawan terbaik diberikan oleh Ketua ISNU Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I kepada Ayudah, S.Pd dari program studi Pendidikan Bahasa Arab.
Usai penyerahan penghargaan, Doktor Adip mengatakan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atau perhatian kepada para mahasiswa yang berprestasi. Selain itu juga kami berharap bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa yang lain.
“Ini merupakan program kerja dari ISNU Pasuruan untuk para mahasiswa yang baru mendapatkan gelar sarjana.” Kata Doktor Adip. Diantara empat program unggulan ISNU kabupaten Pasuruan, salah satunya memang program apresiasi dan pemberian award kepada komunitas calon sarjana, sarjana, dan juga Pascasarjana.
ISNU telah menyiapkan piagam penghargaan dan hadiah uang tunai Rp 1,5 juta untuk wisudawan/wisudawati terbaik. Sumber dananya diambil dari kas PC ISNU Kabupaten Pasuruan yang memang dialokasikan untuk program apresiasi dan award bagi wisudawan wisudawati perguruan tinggi NU di kabupaten Pasuruan.
“Ini juga sebagai upaya kami mengenalkan kepada mahasiswa bahwa di Pasuruan ada komunitas sarjana yang menjalit ikataan organisasi untuk bersama saling memikirkan dalam memajukan Kabupaten Pasuruan”, tambah Pak Adip.
Secara tidak langsung beliau mengajak kepada seluruh wisudawan yang hadir untuk bersama-sama berkhidmah dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama dibangku kuliah untuk kemaslahatan umat.
Komitmen Kembangkan Organisasi, ISNU Pasuruan Akan Bentuk Kepengurusan Tingkat Desa
Dalam rangka meningkatkan peran aktif para sarjana NU di masyarakat pedesaan, Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan berniat akan membentuk Pengurus Ranting (PR) ISNU di tingkat desa di kabupaten Pasuruan.
Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi kepengurusan ISNU di tingkat kecamatan yang selama ini sudah eksis.
Dalam pengarahannya didepan semua pengurus tadi sore (28 Agustus 2023) di hotel Dalwa Bangil, ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Dr. Ahmad Adip Muhdi mengatakan: “Sudah saatnya ISNU kabupaten Pasuruan membentuk pengurus ranting ISNU yang tersebar di desa-desa di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Tujuannya adalah untuk menguatkan eksistensi pengurus PAC ISNU kecamatan dan memaksimalkan peran aktif para sarjana NU yang ada di sana”. Ustad Adip menambahkan, sejatinya ia bersama pengurus yang lain sudah sejak lama yang berkeinginan untuk membentuk dan mengaktifkan banom-banom NU di desa.
“Bahkan, keinginan tersebut muncul di awal-awal, ketika kami bersama pengurus lain baru saja dilantik,” tambahnya.
Ketika dikonfirmasi terkait keberadaan PAC ISNU kecamatan dan peran aktif mereka dalam pemberdayaan masyarakat, Gus Adip yang juga berhidmah sebagai ketua Yayasan Assholach Kejeron Gondangwetan mengatakan bahwa sejauh ini sudah ada 20 PAC ISNU yang sudah terbentuk dari total 24 kecamatan yang ada di kabupaten Pasuruan.
Dan rata-rata para pengurusnya berkecimpung di pemerintahan maupun di organisasi sosial keagamaan. Ia juga berpesan bahwa berkhidmat di NU, dalam hal ini ISNU, harus mampu melewati banyak perjuangan. Selain itu, program-programnya harus merespon persoalan riil masyarakat.
Sebelumnya, demi lancarnya acara serta agar pengurus yang akan dibentuk semangat dalam berkhidmah dilakukan rapat koordinasi. RAKORCAB kali ini juga dalam rangka pembentukan panitia persiapan pengukuhan pengurus PAC ISNU se Kabupaten Pasuruan periode 2023-2026.
Secara aklamasi disepakati BAM Yusuf, M. Pdd sebagai Ketua panitianya dibantu Saiful Bahri, M. Pd dan Sudarmono, S. Pd selaku sekretaris dan bendahara panitia.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan penghayatan tentang ajaran Aswaja (Ahlussunah wal jama’ah), PCNU Kabupaten Pasuruan mengundang kadernya di tiap-tiap Banom (Badan Otonom) dan lembaga untuk mengikuti TOT (Training of Trainer) bidang ke -NU-an dan Aswaja. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari sejak Jumat (25/08/23) sampai hari ini Ahad (27/08/23) bertempat di Pusdiklat Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan di Purwosari.
Merespon pentingnya kegiatan tersebut, PC ISNU Kabupaten Pasuruan mendelegasikan dua orang kader terbaiknya yaitu Ustadz Muzammal, M. Ag dan Ustadz Harisun, M. Pd untuk mengikuti acara tersebut. Menurut Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan mengatakan “Hal ini kita lakukan dalam rangka menyiapkan SDM yang mumpuni menjadi pemateri Diklat Aswaja dan Ke NU an. Sebab beberapa program kegiatan ISNU bersinggungan dengan upaya penguatan paham Aswaja dan Ke NU an di komunitas sarjana yang ada di kabupaten Pasuruan”
Saat dikonfirmasi langsung kepada ustadz Muzammal setelah upacara penutupan, dia menyatakan: “Diklat TOT Aswaja dan Ke NU an yang berjalan selama 3 hari ini nonstop ini sangat mengesankan. Narasumbernya berskala nasional semua dan metodeloginya juga sangat efektif sehingga semakin memahamkan saya tentang topik tersebut”.
Di pihak lain Ustadz Harisun juga membenarkan perihal efektivitas Diklat yang diikuti oleh 60 orang pengurus dari berbagai Banom dan lembaga yang berada di bawah naungan PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut. Harisun mengatakan: “Yang tidak kalah menariknya adalah bagaimana kita disiapkan untuk menjadi trainer atau pelatih dari materi Aswaja dan Ke NU an. Untungnya ISNU kabupaten Pasuruan sudah menerbitkan 2 buah buku Aswaja sehingga semakin mudah mendapatkan referensinya “, ungkapnya
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, Gus Adip Muhdi selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan berharap agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama 3 hari tersebut digetuktularkan ke yang lain. Sebagaimana diketahui bahwa kader ISNU tersebar di mana mana sampai ke tingkat desa.
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar Launching dan Bedah Buku Ajaran Aswaja di Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) setempat.
Kegiatan dipusatkan di Padepokan Jamaah Kebun Krecek, Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/7/2023). 100 buku dibagi secara gratis untuk peserta Rakorcab.
“Buku Ajaran Aswaja karya H Dhofir ini menjadi buku ke-12 yang diterbitkan oleh ISNU Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Senin (3/7/2023).
Dirinya juga menyebutkan, sudah ada sekitar 100 Sarjana NU Pasuruan yang telah menyelesaikan Thesis dan Disertasinya. Tetapi belum diterbitkan menjadi buku yang bisa dibaca untuk publik.
“Penerbitan yang dilakukan menjadi prioritas ISNU. Menjadi program unggulan. Agar karya tulis itu dalam tersebar dan dibaca masyarakat luas,” tandasnya.
Sementara itu, Dosen Universitas Islam Internasional Darullugah Wadda’wah Doktor Fauzi Hamzah menyatakan, Buku Ajaran Aswaja itu dapat menjadi tambahan rujukan ilmiah bagi Nahdliyin.
“Apalagi buku ini ditulis oleh Kader NU yang militan dan memiliki sanad keilmuan kepada Masyayikh NU,” ujarnya.
Untuk diketahui, Pengajar Buku Ajaran Aswaja adalah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin. Menariknya, pengantarnya ditulis dengan huruf Arab Pegon. Sebuah huruf Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, Sunda. Huruf Arab Pegon juga merupakan ciri khas bagi kalangan Pondok Pesantren di Indonesia.