Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan menggelar agenda ganda: Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) dan Launching Buku, yang dikemas dalam suasana hangat Buka Puasa Bersama (Bukber) di Lesehan Apung Kejayan, Sabtu (14/03/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus PC ISNU Kabupaten Pasuruan serta seluruh Ketua PAC ISNU se-Kabupaten Pasuruan. Selain sebagai ajang silaturahmi di bulan Ramadan, pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi keberlangsungan organisasi ke depan.

Agenda utama rakor kali ini adalah pembentukan kepanitiaan Konferensi Cabang PC ISNU Kabupaten Pasuruan yang dijadwalkan bakal digelar pada November 2026 mendatang. Dalam musyawarah tersebut, Dr. Irsyadur Rofiq, MHI secara resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia Konfercab.

Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, menegaskan pentingnya regenerasi dalam tubuh organisasi. Beliau menyampaikan keinginan untuk memberikan tongkat estafet kepemimpinan kepada kader-kader potensial lainnya.

“Saya sudah dua periode memimpin PC ISNU Kabupaten Pasuruan. Untuk periode mendatang, saya berharap kepemimpinan beralih ke kader NU yang lain. Ini penting agar terjadi regenerasi dan penyegaran visi dalam berorganisasi,” ujar Dr. Adip di sela-sela acara.

Tak hanya bicara struktur organisasi, ISNU Pasuruan juga membuktikan taji intelektualnya dengan meluncurkan buku terbaru berjudul “Integrasi Keuangan Sosial Islam” karya Dr. Saiful Bahri, MM, yang juga merupakan dosen di UNU Pasuruan.

Buku ini membedah sinergi antara potensi ekonomi syariah dengan tata kelola bisnis modern. Sebagai tindak lanjut, PC ISNU berencana untuk melakukan cetak ulang dalam skala yang lebih besar. Serta menyelenggarakan agenda bedah buku secara mendalam untuk membedah isi pemikiran tersebut bagi masyarakat luas.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan. Dengan terbentuknya panitia Konfercab dan lahirnya karya literasi baru, ISNU Kabupaten Pasuruan optimis dapat terus berkontribusi baik secara organisatoris maupun intelektual bagi kemajuan umat.

Bagikan artikel ini ke :