Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Purwosari sukses menyelenggarakan acara Halal Bihalal (HBH) pada Sabtu sore. Bertempat di halaman SMK Al Inayah, Kemantren, Purwosari, acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus unjuk gigi kreativitas literasi para anggotanya.

Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti, di antaranya Ahmad Adip Muhdi, Sofiyulloh, BAM Yusuf, Akhmad Sahrandi, Irsyadur Rofiq, Subari, Slamet, Fauzi, Busaidi, hingga Muzammal. Kediaman Bapak Siswantoro yang berada di lingkungan SMK Al Inayah dipilih menjadi lokasi yang representatif untuk menjalin keakraban.

Puncak acara ditandai dengan launching dua judul buku yang menjadi bukti nyata geliat intelektualitas kader ISNU, yaitu:

  • Buku Antologi Puisi: Karya kolektif terbitan PAC ISNU Purwosari.
  • Manajemen Pendidikan Deep Learning Berbasis Cinta dan Kasih Sayang: Karya Subari, kader PAC ISNU Kraton.

Kehadiran dua buku ini menegaskan bahwa ISNU bukan sekadar organisasi struktural, melainkan wadah berkumpulnya para sarjana yang produktif dalam menelurkan gagasan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi karena dinilai sebagai langkah mandiri dalam melakukan koordinasi dan konsolidasi organisasi. Dengan berkumpulnya para sarjana NU ini, diharapkan ada semangat baru untuk terus bergerak.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif pengurus PAC ISNU Purwosari. Acara ini secara otomatis menjadi sarana koordinasi yang solid. Ke depannya, saya mendorong adanya upgrade kepengurusan secara kontinyu melalui berbagai kegiatan yang berbasis kesarjanaan,” ujar perwakilan pimpinan dalam sambutannya.

Beliau juga menyoroti tantangan besar dalam menggerakkan para sarjana NU saat ini. Di tengah kesibukan membangun karier pribadi, ISNU diharapkan mampu menjadi rumah yang inklusif bagi berbagai profesi. Sejauh ini, partisipasi didominasi oleh kalangan guru dan dosen, sementara profesi lain diharapkan dapat segera menyusul untuk berkhidmat bersama.

Melalui momentum HBH ini, PAC ISNU Purwosari berkomitmen untuk terus menghidupkan tradisi intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat peran sarjana dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui literasi dan pendidikan.

Bagikan artikel ini ke :