Pimpin Gerakan Literasi Massif, Ketua PC ISNU Pasuruan Dianugerahi Penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Pesantren 2026

Pimpin Gerakan Literasi Massif, Ketua PC ISNU Pasuruan Dianugerahi Penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Pesantren 2026

Suasana khidmat menyelimuti Aula KH Zainuddin MA Assholach, Pondok Pesantren Assholach Kejeron, Gondangwetan, Sabtu (10/01/2026). Selain menjadi saksi peluncuran tujuh buku karya sarjana lokal, momen ini juga menjadi ajang apresiasi bagi sosok di balik layar kemajuan literasi di Kabupaten Pasuruan, yakni Dr. Ahmad Adip Muhdi, S.Ag., M.H.I..

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Insan Mulia Publishing, Dr. Irsyadur Rofiq, S.H.I., M.H.I., secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr. Adip sebagai Tokoh Penggerak Literasi Pesantren Kabupaten Pasuruan 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen tinggi beliau dalam mendorong para intelektual NU untuk terus berkarya.

Di bawah kepemimpinan Dr. Adip, PC ISNU Kabupaten Pasuruan telah bertransformasi menjadi wadah literasi yang sangat produktif. Beliau dikenal sangat aktif mendorong para sarjana dari berbagai disiplin ilmu untuk membukukan hasil pemikiran mereka.

“Beliau konsisten mendorong sarjana NU Pasuruan untuk menulis dalam segala bidang dan tema. Hasilnya nyata, sudah ratusan buku yang berhasil dicetak oleh ISNU di bawah kepemimpinan beliau,” ungkap Pak Irsyad saat menyerahkan penghargaan tersebut.

Gerakan menulis ini tidak hanya menyasar kalangan dosen atau sarjana senior, tetapi juga merangkul para guru, tenaga pendidik, hingga santri di lingkungan pesantren. Hal ini sejalan dengan visi beliau untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai tradisi intelektual yang wajib dilestarikan.

Sebagai Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Assholach, Dr. Adip memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan literasi ke dalam sistem pendidikan pesantren. Selain itu, kiprah beliau di jajaran Pengurus MUI Kabupaten Pasuruan di Bidang Ukhuwah Islamiyah semakin memperkuat jejaring sinergi antarlembaga dalam memajukan kualitas sumber daya manusia.

Tujuh buku yang diluncurkan hari ini merupakan hasil dari Workshop Penulisan Buku bersama 70 dewan guru yang digelar satu bulan sebelumnya.

Dr. Adip menegaskan bahwa penerbitan buku harus didukung penuh oleh institusi pendidikan melalui alokasi dana yang tepat. Beliau berharap yayasan-yayasan pendidikan di Pasuruan memiliki kemauan baik (good will) untuk mendukung guru-guru mereka berkembang melalui karya tulis.

“Kita dorong supaya semua yayasan pendidikan memiliki alokasi dana untuk penerbitan buku, sehingga guru-gurunya memiliki motivasi kuat untuk mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Tingkatkan Literasi Guru, PC ISNU Pasuruan Launching 7 Buku Karya Sarjana di PP Assholach

Tingkatkan Literasi Guru, PC ISNU Pasuruan Launching 7 Buku Karya Sarjana di PP Assholach

Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan secara resmi meluncurkan (launching) tujuh judul buku karya para sarjana dan pendidik lokal. Acara bersejarah ini berlangsung khidmat di Aula KH Zainuddin, MA Assholach, Pondok Pesantren Assholach Kejeron, Gondangwetan, Pasuruan, pada Sabtu (10/01/2026).

Peluncuran buku ini merupakan tindak lanjut nyata dari Workshop Penulisan Buku yang sebelumnya digelar oleh PC ISNU bersama 70 dewan guru. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama sinergis antara PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Yayasan Pondok Pesantren Assholach Kejeron, dan Insan Mulia Publishing.

Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren Assholach, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun tradisi menulis di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin mendorong agar menulis dan menerbitkan buku menjadi tradisi baru yang positif di kalangan pendidik, terutama bagi mereka yang telah menyelesaikan jenjang Magister. Karya-karya ini adalah bukti nyata kontribusi intelektual guru untuk dunia pendidikan,” ujar Dr. Adip di hadapan para undangan yang terdiri dari pengurus yayasan, kepala madrasah, dan pengurus harian ISNU.

Beliau juga mengajak seluruh yayasan pendidikan di Kabupaten Pasuruan untuk memiliki good will (kemauan baik) dalam mengalokasikan anggaran bagi penerbitan karya guru. “Jika yayasan mendukung, guru akan semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan mengabadikan pemikirannya dalam bentuk buku,” tambahnya.

Ketujuh buku yang diluncurkan mencakup tema-tema strategis mulai dari inovasi pembelajaran digital hingga pendidikan karakter, di antaranya:

  • Nur Zahiyah, M.Pd. – Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini
  • A. Badaruddin, M.Pd. – Desain Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di Era Digital
  • Suci Endarwati, M.Pd. – Inovasi Pembelajaran SKI
  • H. M. Choiron, M.Pd. – Shalat Berjamaah dan Kedisiplinan Siswa di Sekolah
  • Nur Mufidah, M.Pd. – Pendidikan Karakter Santri
  • Lutfil Hakim, M.Pd. – Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Digitalisasi Pendidikan
  • (Serta satu judul buku lainnya yang melengkapi rangkaian tujuh karya sarjana Pasuruan).

Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian ISNU, pimpinan lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Assholach (RA, MI, MTs, MA), serta perwakilan dari Insan Mulia Publishing.

Dengan peluncuran ini, PC ISNU Kabupaten Pasuruan berharap dapat memicu semangat literasi yang lebih luas bagi para sarjana Nahdlatul Ulama di Pasuruan guna menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Kebanggaan Kader NU, Ketua ISNU Pasuruan Hadiri Pengukuhan Prof. Dr. Romlah sebagai Guru Besar Manajemen Mutu Pendidikan Islam

Kebanggaan Kader NU, Ketua ISNU Pasuruan Hadiri Pengukuhan Prof. Dr. Romlah sebagai Guru Besar Manajemen Mutu Pendidikan Islam

BANGIL – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Auditorium Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bangil Pasuruan pada Senin (22/12/2025). Keluarga besar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan turut hadir memberikan apresiasi atas pencapaian gemilang Prof. Dr. Romlah, M.Pd.I, yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Mutu Pendidikan Islam.

Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I, hadir langsung di lokasi acara didampingi oleh sejumlah jajaran pengurus dan kader ISNU. Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan moral dan apresiasi terhadap dedikasi Prof. Romlah yang juga merupakan tokoh intelektual perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Pengukuhan ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Agama RI, Prof. Nasarudin Umar, tertanggal 1 Desember 2025. Prof. Romlah menorehkan sejarah sebagai rektor perguruan tinggi swasta perempuan pertama yang berhasil meraih gelar profesor di tahun 2025. Selain itu, beliau tercatat sebagai perempuan ketiga di Jawa Timur yang mencapai puncak karier akademik (sidratul muntaha akademik) di bidang kajian keislaman dan pendidikan.

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Reinventing Manajemen Mutu Pendidikan Islam di Era Disrupsi: Integrasi Nilai, Teknologi, dan Sustainable Leadership”, Prof. Romlah menekankan pentingnya menjaga mutu pendidikan yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Ditemui di sela-sela acara, Ketua PC ISNU Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh Rektor IAINU Bangil tersebut.

“Kami keluarga besar ISNU Pasuruan merasa sangat bangga. Prof. Romlah adalah teladan nyata bagi para sarjana dan intelektual NU di Pasuruan. Beliau membuktikan bahwa dengan ketekunan dan khidmat melalui jalur akademik, kita bisa mencapai puncak tertinggi tanpa kehilangan identitas kepesantrenan dan ke-NU-an,” ujar Dr. Adip.

Beliau juga menambahkan bahwa pencapaian ini diharapkan mampu memotivasi para kader ISNU lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan demi kemajuan umat dan bangsa.

Acara pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Akh Muzakki. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah, pimpinan pondok pesantren, rektor dari berbagai perguruan tinggi, serta para pakar pendidikan.

Dengan resminya gelar Guru Besar ini, Prof. Romlah diharapkan dapat terus memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan manajemen mutu pendidikan di lingkungan IAINU Bangil khususnya, serta bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia pada umumnya.

ISNU Kabupaten Pasuruan Rilis 7 Judul Buku Karya Sarjana Lokal di Penghujung Tahun

ISNU Kabupaten Pasuruan Rilis 7 Judul Buku Karya Sarjana Lokal di Penghujung Tahun

Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan siap meluncurkan tujuh judul buku yang merupakan karya para sarjana dan pendidik lokal di penghujung tahun ini. Peluncuran ini menjadi puncak dari upaya PC ISNU dalam mendorong tradisi literasi dan penulisan di kalangan akademisi dan guru di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sebelumnya, PC ISNU Kabupaten Pasuruan telah sukses menggelar Workshop Penulisan Buku bersama 70 dewan guru di Pondok Pesantren Assholach Kejeron, Bayeman, Gondangwetan. Workshop ini menjadi momentum penting yang memicu lahirnya karya-karya monumental tersebut.

📚 Daftar Judul dan Penulis yang Diluncurkan

Tujuh buku ini diterbitkan oleh Insan Mulia Publishing bekerja sama dengan PC ISNU Kabupaten Pasuruan dan Yayasan Pondok Pesantren Assholach Kejeron. Judul-judul yang siap dilaunching mencakup berbagai aspek pendidikan Islam dan pengembangan karakter, antara lain:

  1. Nur Zahiyah, M.Pd.: Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini
  2. A. Badaruddin, M.Pd.: Desain Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di Era Digital
  3. Suci Endarwati, M.Pd.: Inovasi Pembelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam)
  4. H. M. Choiron, M.Pd.: Shalat Berjamaah dan Kedisiplinan Siswa di Sekolah
  5. Nur Mufidah, M.Pd.: Pendidikan Karakter Santri
  6. Lutfil Hakim, M.Pd.: Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Digitalisasi Pendidikan

📣 Harapan Menciptakan Tradisi Positif

Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., menyampaikan harapannya agar upaya penerbitan buku di kalangan pendidik ini dapat menjadi tradisi baru yang positif, khususnya bagi mereka yang telah menyelesaikan studi di jenjang Magister.

“Kita dorong supaya semua yayasan Pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan ini memiliki good will untuk mengalokasikan sebagian dananya untuk penerbitan buku, sehingga guru-gurunya termotivasi untuk mengembangkan diri,” ujar Dr. Ahmad Adip Muhdi.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga untuk memotivasi para guru agar terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi melalui karya tulis, menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang produktif.

Peringatan Bencana di Istighosah Cukurguling: Ketua ISNU Pasuruan Tegaskan Jaga Alam Adalah Wujud Nyata Syukur

Peringatan Bencana di Istighosah Cukurguling: Ketua ISNU Pasuruan Tegaskan Jaga Alam Adalah Wujud Nyata Syukur

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan kembali menggelar rutinan Istighosah Jumat Legi pada hari ini, Jumat 5 Desember 2025 M / 14 Jumadil Akhirah 1447 H. Acara sakral yang dihadiri oleh seluruh nahdliyin, pengurus Badan Otonom (Banom), Lembaga, Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga Pengurus Ranting NU se-Kabupaten Pasuruan ini bertempat di Masjid Baiturrahman, Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang.

Acara diawali dengan pembacaan Istighosah yang dipimpin langsung oleh Pj. Rais Syuriyah, KH. Ma’sum Hasyim, dilanjutkan dengan pembacaan Hizib Nashor yang dipimpin oleh Katib Syuriyah, KH. A. Faisol Amrulloh. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hasil keputusan Bahtsul Masail oleh PC Lembaga Bahtsul Masail NU (LBM NU) Kabupaten Pasuruan.

Puncak acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Imron Mutamakkin. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban bencana yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Sumatera dan daerah lain di tanah air.

KH. Imron Mutamakkin menekankan bahwa berbagai bencana alam yang terjadi kemungkinan besar merupakan dampak dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Beliau mengutip firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Dalam sorotannya terhadap isu kerusakan alam, terutama maraknya penebangan pohon secara liar, KH. Imron Mutamakkin menukil dawuh (petuah) dari Imam Al-Ghazālī. Beliau menjelaskan bahwa tindakan memotong ranting pohon tanpa tujuan yang benar dan bermanfaat termasuk kategori kufur nikmat.

“Menurut Imam al-Ghazala, tindakan memotong ranting pohon tanpa tujuan yang benar dan bermanfaat termasuk kategori kufur nikmat, sebab pohon dengan segala bagian yang Allah ciptakan mengandung manfaat ekologis dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia,” ujar beliau.

“Memotong ranting secara sembarangan sama halnya dengan menyia-nyiakan nikmat yang dianugerahkan Allah, karena menghilangkan manfaatnya dan menyalahi prinsip syukur atas ciptaan-Nya. Sikap demikian adalah bentuk pengingkaran nikmat (kufr al-ni‘mah) yang berpotensi menyeret manusia pada kerusakan (fasad) di muka bumi,” tegasnya.

Beliau menutup tausiyahnya dengan pesan sederhana namun mendalam: “Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan,” sebagai pengingat agar manusia senantiasa menjaga keseimbangan dan tidak melampaui batas dalam memanfaatkan nikmat alam.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I.

Dalam kesempatan terpisah, Dr. Adip Muhdi menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan adalah tantangan serius yang harus dihadapi bersama, khususnya oleh kaum intelektual Nahdlatul Ulama.

“Pernyataan dari Ketua PCNU, KH. Imron Mutamakkin, adalah peringatan keras bagi kita semua. Sebagai sarjana NU, kita memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menerjemahkan nilai-nilai etika lingkungan Imam Al-Ghazali ke dalam aksi nyata,” kata Dr. Adip.

“Menjaga dan melestarikan lingkungan bukan hanya masalah ekologis, tetapi juga wujud nyata dari rasa syukur kita kepada Allah Swt.. ISNU Kabupaten Pasuruan siap berkolaborasi dengan PCNU dan Banom lain untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi penerus.”