Meet and Greet ISNU di Pasuruan Tekankan Kemandirian Organisasi

Meet and Greet ISNU di Pasuruan Tekankan Kemandirian Organisasi

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sukorejo menggelar Meet and Greet di Aula MWCNU, Kompleks Masjid Al-Mukhlashin, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (05/04/2021).

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukorejo H Anjumil Azhari, selain memberikan apresiasi atas semangat pengurus, juga menegaskan fungsinya kemandirian organisasi, khususnya dalam keuangan.

“Namanya berjuang, diawal-awal, harus mengeluarkan dulu, iuran dulu. Selain itu, ISNU saya kasih kesempatan untuk membuat stand atau memasukkan produk usaha di NU Mart Sukorejo,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Ia juga menyampaikan, pentingnya untuk pengurus agar istiqomah bertemu, baik secara formal dan informal.

“Membangun kebersamaan dulu. Harus saling ketemu,” pungkasnya.

Sementara itu, Adip Muhdi, selaku Ketua Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Pasuruan, selain menjelaskan ke-ISNU-an, juga memberikan pesan dua hal sebelum dilakukan penyerahan Surat Keputusan kepengururusan.

“Segera membeli seragam ISNU. Segera ikut Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU),” ujarnya saat sesi dialog dalam kegiatan tersebut.

Menanggapi itu semua, M Syaikhuddin, selaku ketua PAC ISNU Sukorejo, menyatakan siap untuk mempersiapkan berbagai program yang diamanatkan.

“Kami juga telah menyusun instrumen pendataan sarjana di Sukorejo. Pendataan tersebut diharapkan dapat membaca kebutuhan sarjana. Dan, ISNU bisa memaksimalkan potensi sarjana yang ada untuk kemajuan Sukorejo,” ujarnya saat memberikan penutupan dalam dialog.

Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

Segera Kantongi SK, ISNU Sukorejo Siap Wujudkan Harapan MWCNU

Sukorejo, NU Kabupaten Pasuruan
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukorejo secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada calon Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Sukorejo masa khidmah 2021-2024.

“Alhamdulillah, rekomendasi sudah kami terima. Besok, akan kami tindak lanjuti ke PC ISNU Kabupaten Pasuruan,” ujar Abdul Ghoni selaku calon Sekretaris PAC ISNU Sukorejo tersebut kepada wartawan nupasuruan.or.id melalui WhatApps, Selasa (16/3/2021).

Lebih lanjut, Cak Ghoni, sapaan akrabnya, menjelaskan terkait harapan Pengurus MWCNU kepada ISNU Sukorejo.

“Ketua MWCNU, H. Muhammad Anjumil Azhari, berharap ISNU bisa melakukan pendataan sarjana di Kecamatan Sukorejo. Melalui data tersebut, potensi SDM bisa digerakkan secara maksimal untuk penguatan Aswaja An-Nahdliyyah di lingkungan pendidikan dan warga sukorejo,” ungkap Pria asal Desa Lecari tersebut.

“Abah Anjumil juga berharap agar ISNU Sukorejo mampu menjadi rujukan gerakan PAC ISNU se Kabupaten Pasuruan,” pungkas Alumni Pondok Pesantren Ngalah tersebut.

Kontributor: Ahmad Sofyan

Editor: Makhfud Syawaludin

ISNU Pasuruan Beri Apresiasi Lulusan Terbaik Perguruan Tinggi

ISNU Pasuruan Beri Apresiasi Lulusan Terbaik Perguruan Tinggi

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan kembali memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada lulusan terbaik perguruan tinggi di wilayahnya.

Kali ini, ISNU memberikan apresiasinya kepada lulusan terbaik Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Syaikhona Kholil Sidogiri (STEBI) dalam kegiatan Wisuda Perdana di Ballroom Inna Golf, Kecamatan Prigen, Ahad (14/03/2021).

“Kami berharap, penghargaan ini dapat memberikan motivasi untuk meraih prestasi yang lebih besar. Pengurus Cabang ISNU juga berkomitmen untuk selalu mengapresiasi wisudawan terbaik dari berbagai kampus NU di Kabupaten Pasuruan,” ujar Ahmad Adip Muhdi, Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan disela-sela kegiatan tersebut.

Ia berharap, para sarjana penerima penghargaan tersebut bisa lebih memaksimalkan potensi dengan menebar manfaat. “Selanjutnya, para sarjana baru ini diharap selalu memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaganya terkait perkembangan ekonomi dan bisnis Islam. Terutama di wilayah Kabupaten Pasuruan, dan secara umum untuk masyarakat luas,” pungkas Alumni Pondok Pesantren Ashshiddiqi Putra Jember tersebut.

Sementara itu, H Affandi, Ketua STEBI mengucapkan terima kasih kepada ISNU Kabupaten Pasuruan. Selain itu, ia menyampaikan, pelaksanaan wisuda perdana yang digelarnya meliputi dua angkatan. Sebab pada tahun sebelumnya tidak dilaksanakan wisuda karena masa Pandemi Covid-19.

“75 wisudawan dan wisudawati ini sebagian besar adalah para santri Banat 1 Pondok Pesantren Sidogiri. Cukup banyak juga dari wisudawan sudah bekerja di berbagai sektor ekonomi dan bisnis,” ungkapnya.

Ajak Kader NU Menulis Buku, ISNU Pasuruan Adakan Workshop

Ajak Kader NU Menulis Buku, ISNU Pasuruan Adakan Workshop

Bakat menulis merupakan kemampuan yang perlu diasah setiap saat supaya selalu berkembang dan meningkat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kemampuan dan produktivitas menulis, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan mengadakan Workshop Metodologi Penulisan Buku bagi guru dan dosen se-Kabupaten Pasuruan di Aula Rumah Inovasi PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan. Ahad (20/12/2020).

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Semua peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan workshop hingga selesai. Adapun pemateri dalam Workshop tersebut ialah Irham Zuhdi, salah seorang penulis aktif di Pasuruan.

Ahmad Adip Muhdi, Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan menjelaskan, pelatihan atau workshop diikuti perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Pasuruan.

“Selain perwakilan dari 11 perguruan tinggi di Kabupaten Pasuruan, workshop ini diikuti pula oleh utusan PAC ISNU di Pasuruan,” ujar Adip, sapaan akrabnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi menulis dari para kader Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan. “Dari pelatihan ini, kami harapkan nanti semakin bermunculan penulis-penulis dari kader NU. Kami dari PC ISNU siap membantu menerbitkan karya-karya dari kader NU,” ungkap alumni UINSA tersebut.

Senada dengan Adip, KH Saiful Anam Chalim, Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, masih banyak kader-kader NU yang belum ahli dalam menulis buku.

“Pelatihan ini sangat penting, karena kader-kader NU banyak yang ahli dalam menulis karya ilmiah seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Namun, masih sedikit yang ahli dalam menulis buku dengan baik,” ungkap pria yang akrab dipanggil Gus Saiful saat menyampaikan sambutan di acara tersebut.

Bekali Calon Pengurus Baru, ISNU Pasuruan Serukan Penguatan Literasi

Bekali Calon Pengurus Baru, ISNU Pasuruan Serukan Penguatan Literasi

Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan serukan penguatan literasi, terutama bagi masyarakat Nahdliyyin, sebagai program utama keorganisasiannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Adib Muhdi, Ketua PC ISNU Pasuruan, ketika menjawab pertanyaan salah satu peserta acara Pembekalan Calon Pengurus PAC ISNU se PCNU Bangil yang bertempat di Aula Hotel Dalwa, Raci, Bangil, Minggu (15/03/2020), kemarin siang.

Sebelumnya, pemaparan materi pembekalan disampaikan oleh Rossa Ilma Silfiah, yang mewakili ISNU Jatim, dengan menjelaskan beberapa poin penting yang ada di dalam PDPRT ISNU, mulai dari sejarah berdirinya ISNU, visi-misinya, struktur organisasinya, sampai pada persyaratan menjadi pengurus.

Beberapa hal yang menjadi bahan pertanyaan adalah bagaimana penyusunan program kerja kepengurusan ISNU di level PAC dan pola penguatan literasi yang menjadi fokus kerja-kerja organisasi, sebagaimana dijelaskan pada penjelasan visi dan misi.

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Gus Damanhuri dari Rembang, saat menuturkan kegelisahannya tentang rendahnya kesadaran literasi para sarjana, terutama di kalangan Nahdliyyin.

Menurutnya, banyak sarjana-sarjana yang belum terampil dalam menulis. Bisanya cuma copy-paste. Sementara pada saat yang sama, dia memiliki seorang teman yang ahli menulis padahal tidak kuliah.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bu Rossa, sapaan akrab pengurus ISNU Jatim mewakili Pasuruan ini, menandaskan bahwa persoalan literasi itu memang PR bersama. “Menurut saya, menulis itu bakat ya. Tulisan itu kan macam-macam. Ada puisi, cerpen, dan sebagainya,” terangnya.

Dia kemudian mencontohkan bahwa D. Zawawi Imron, si penyair Celurit Emas dari Sumenep, karya-karya puisinya diakui secara internasional. Padahal beliau tidak pernah mengenyam bangku kuliah.

Senada dengan Rossa, Adib turut menjelaskan bahwa fokus kegiatan ISNU memang tidak jauh dari ranah intelektualitas dan penguatan kesadaran literasi masyarakat.

“Boleh ngadakan acara khitanan massal, tapi bukan fokus ISNU. Fokus kita adalah pengembangan literasi. Alhamdulillah ISNU Pasuruan sudah nerbitkan empat buku yang bisa dibeli di Toga Mas,” terangnya.

Dia menambahkan, bahwa selain bisa dibeli di Toga Mas, ISNU Pasuruan juga telah mendistribusikan buku-buku tersebut ke perpustakaan UIN di Indonesia.

“Makanya, kalau ada yang punya tulisan setingkat tesis atau disertasi, monggo dikirimkan ke kami. Kami sudah bekerja sama dengan penerbit dan ber-ISBN. Jadi bisa dijual secara luas,” tambahnya.