The Power of Ikhlas: Rahasia Meraih NU Award PWNU Jatim 2023

The Power of Ikhlas: Rahasia Meraih NU Award PWNU Jatim 2023

“Orang bodoh akan hancur kecuali orang berilmu. Orang berilmu akan hancur kecuali orang yang mengamalkannya. Orang pengamal ilmu akan hancur kecuali orang yang tulus ikhlas (Mukhlisin)…”

Kutipan hadits diatas, menjadi pondasi utama ISNU Pasuruan dalam meraih NU Award PWNU Jatim katagori karya ilmiah generasi sarjana NU di Kabupaten Pasuruan yang dikomandani oleh Dr. KH. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I. sekaligus ketua Yayasan Pondok Pesantren Assholach Kejeron Pasuruan.

Kehadirannya beliau kemarin digubuk kami, merupakan balasan silaturahim saya dengan KH. Muhammad Muslih pengasuh Yahtadi Lumajang dua tahun yang lalu saat bertandang kerumah Prof. KH. Mujab, Ph.D salah satu guru besar UIN Maliki Malang.

Agenda utama beliau, menghadiri halal bi halal alumni Pondok Pesantren Astra Zainab Shidiq Jember yang dihadiri langsung Gus Firjon yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Jember. Kebetulan panitia penyelenggaranya berada di kabupaten Bondowoso. Pepatah bilang, sekali dayung dua pulau terlampaui.

Mumpung berada di Bondowoso, usai halal BI halal beliau road show silaturahim kerumah saudara saudaranya yang berada di kota tape tersebut, tidak terkecuali rumah saya di Prajekan tak luput dari agenda silaturahminya.

Setibanya dirumah, kami mengenang masa kuliah dulu dan pada saat rihlah ilmiah di tiga negara, Singapura, Malaysia dan Thailand. Disamping itu, saya mencoba mengorek rahasia kemenangan ISNU Pasuruan dalam ajang yang cukup spektakuler NU Award yang di adakan PWNU Jatim Indonesia yang langsung diserahkan oleh Gubernur Jatim ibu Khofifah Indraprawansah.

Rupanya rahasia kemenangan sangat sederhana sekali, yaitu tulus ikhlas dalam mengemban amanah tersebut. Tentu dengan ilmu manajemen yang dimilikinya, pasalnya kepakaran doktornya dalam bidang manajemen pendidikan Islam. Koneksitas keilmuannya, masih linier dengan tupoksi amanah yang disandangnya saat ini sebagai ketua ISNU Pasuruan. Hal ini, senada dengan sabda Rasulullah Saw.

“Orang bodoh akan hancur kecuali orang berilmu. Orang berilmu akan hancur, kecuali orang yang mengamalkannya (aplikasi). Dan orang yang mengamalkan ilmunya akan hancur , kecuali orang yang tulus ikhlas (Mukhlisin).”

“Mohon maaf, ISNU Pasuruan yang dikomandoi Anda kemarin dinobatkan sebagai pemenang NU Award PWNU Jatim, kira-kira apa rahasianya?” Tanyaku penasaran.

“Rahasianya adalah tulus ikhlas dalam mengemban amanah tersebut.” Jawabnya diplomatis.

Tentu, takaran narasi tersebut simpel tetapi luwas maknanya. Tidak sekedar ketulusan saja, perlu ditopang dengan berbagai disiplin ilmu keorganisasian yang cukup matang. Bahkan, disela-sela menikmati menu makanan bebek locot di kafe Ayah bunda kota Situbondo yang super pedas alias hot banget, beliau menyampaikan:

“Memang diakui, sebelumnya ISNU Pasuruan sempat vakum. Tetapi berkat sentuhan tangan dinginnya yang sarat dengan profesionalisme, berangsur-angsur merangkak naik hingga pada akhirnya, berkat kerja team yang kompak ISNU Pasuruan meraih NU Award mengalahkan 33 PC ISNU se-Jawa Timur.” Tandasnya penuh retorika manajemen.

Kiprahnya, tidak hanya mampu menerbitkan 13 buku karya sarjana NU Kab Pasuruan, tetapi juga beliau mengembangkan pertanian dan usaha industri lainnya, seperti baju Koko, sarung, songkok dan lain sebagainya berlogo ISNU Pasuruan.

Tak pelak, jika beliau terpilih untuk kedua kalinya pada periode berikutnya karena prestasinya yang gemilang. Menurutnya, barangkali ISNU satu-satunya di Jawa timur bahkan di Indonesia yang mempunyai inisiatif meningkatkan kreativitas dan produktifitas para sarjana NU berkarya menulis buku hingga mencapai 13 karya ilmiah.

Tanpa sadar, perbincangan kami di kafe Ayah bunda kota Situbondo dihentikan oleh kumandang adzan shalat Maghrib. Usai adzan, masih melanjutkan sisa topik diskusi yang belum selesai. Kemudian dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah di mushalla yang berada di area kafe Ayah bunda.

Syahdan, obrolan renyah tersebut dihentikan karena beliau harus pulang ke Pasuruan, soalnya masih mau menghadiri rapat organisasi lainnya. Semoga perjalanan pulangnya bersamaan dengan Maunah Allah SWT dan selamat sampai dirumah bertemu keluarga. Amin.

So, silaturahim yang beliau lakukan telah menebar energi dan inspirasi perjuangan dalam kehidupan ini. Saya pinjam istilah bahasa KH. Muhammad Ghazali Utsman disela sela dakwahnya:

“Kalau tidak bisa memberikan manfaat pada orang lain, paling tidak jangan sampai menjadi benalu bagi mereka.”

Pada hakekatnya, orang yang melakukan kebaikan akan kembali pada dirinya sendiri. Begitupun sebaliknya. Sebagaimana firman Allah SWT.

“Jika kalian berbuat baik, kebaikan tersebut akan kembali pada kalian. Sebaliknya, jika kalian berbuat jahat, sudah barang tentu kejahatan tersebut juga akan kembali pada kalian sendiri.”

Salam, al-Mihrab Foundation. Situbondo, 14 Mei 2023
Oleh: Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

Gelar Sosialisasi Cukai Satpol PP Pasuruan libatkan ISNU Pasuruan

Gelar Sosialisasi Cukai Satpol PP Pasuruan libatkan ISNU Pasuruan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan yang bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan mengelar sosialisasi perundang-undangan tentang cukai di Aula Hotel Dalwa Raci Pasuruan, Sabtu (4/03/2023)

Nurul Pimpinan Satpol PP mengatakan, pelayanan kepada pengguna jasa merupakan salah satu asas yang terkandung dalam Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. 

“Salah satu pelayanan yang dilakukan adalah dalam bentuk sosialisasi ketentuan terbaru terkait kepabeanan dan cukai kepada pengguna jasa,” ujarnya.

Menurutnya sosialisasi ini akan memberikan pemahaman peraturan tentang cukai beserta sanksi hukumnya, tim gabungan juga menjelaskan serta memberikan contoh langsung kepada masyarakat tentang karakteristik rokok illegal antara lain dilekati pita cukai palsu, tidak dilekati pita cukai atau rokok polos, dilekati pita cukai yang bukan haknya atau salah personalisasi.

“dilekati pita cukai yang salah peruntukannya, dan dilekati dengan pita cukai bekas, serta diberikan tata cara untuk mengenali karakteristik rokok illegal tersebut,” tendasnya.

Sementara ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan Ahmad Adip Muhdi mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah menfasilitasi acara Rapat Kerja (Raker) I dengan sosialisasi perundangan undangan dengan cukai yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Pasuruan.

“Ini merupakan cara Pemkab Pasuruan menfasilitasi Sarjana NU untuk mewujudkan sarjana unggul,”ujarnya.

Dalam Acara tersebut di hadiri oleh Rektor Universitas Yudarta Pasuruan, ITSNU STAIS Pasuruan dan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Gus Misbahul Munir dan jajaran pengurus PAC ISNU Pasuruan Raya.

Dr Ali Masykur Musa : Pengurus ISNU Harus Sejalan Dengan Tiga Pilar

Dr Ali Masykur Musa : Pengurus ISNU Harus Sejalan Dengan Tiga Pilar

Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul ulama (ISNU) Prof. Dr. Ali Masykur Musa mengajak pengurus ISNU untuk secara kolektif menjalankan tiga pilar yakni ghirah, fikrah dan harokah.

Ia mengingatkan pengurus ISNU yang baru di lantik harus bisa menggerakkan tiga hal untuk menegakkan ajaran Islam Ahlusunah Wal Jamaa’ah An Nahdliyah.

“Ghirah saja tidak cukup karena, masih banyak orang orang NU yang pikirannya tidak singkron dengan fikriahnya NU, maka tugas kita adalah menjalankannya keduanya,” ujarnya pada saat melantik Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan masa khidmat 2022-2026 di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (14/01/2023).

Untuk menjalankan fikrah (pemikiran) lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). Artinya, NU tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal ataupun pemikiran-pemikiran radikal.

“Jika keduanya bisa di fahami maka harokah pengurus ISNU harus bergerak sesuai dengan cara NU yakni gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan ketua umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengatakan, dalam khidmat di NU kita harus mengawal agama, negara dan ummat sebab ketiganya ini sangat berkaitan oleh karena itu, harus seimbang dalam mengawal ketiganya.

“Ummat ini butuh tokoh yang fungsinya untuk menujukukan arah kita dalam beragama dan bernegara,”ujarnya.

Oleh karena itu, perbaikan ekonomi ummat harus dipikirkan karena memikirkan ummat itu wajib dan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memikirkan umnatnya.

“Seorang intelektual tidak boleh jungut hatinya dan otaknya melainkan harus bisa merubah ummat dan semakin taat kepada Allah SWT,” tutupnya.

Dirinya berharap sarjana sarjana NU bisa berfikir, berzikir dan melakukan amal sholeh sebagai mana moto ISNu yang saya buat yang sampai saat ini belum di rubah.

“Setiap berbicara amal pasti sholeh, namun tidak ada artinya jika kita mempunyai amal tetapi tidak memiliki kepeaan terhadap lingkungan sosial masyarakat,” tutupnya.

Pelantikan PC ISNU, Wabup Harap Sarjana NU Kembangkan Ilmu Sains dan Teknologi

Pelantikan PC ISNU, Wabup Harap Sarjana NU Kembangkan Ilmu Sains dan Teknologi

Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron mengatakan bahwa pengurus ISNU Kabupaten Pasuruan harus mampu mengambangkan ilmu sains dan teknologi khusunya di Pasuruan. Hal itu diungkapkan oleh Gus Mujib sapaan akrabnya pada acara pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan di Aula KH Ahmad Djufri PCNU Kabupaten Pasuruan Saptu (14/01/2023).

“Banyaknya sarjana NU di Pasuruan harus mampu mengembangkan ilmu sains dan teknologi karena saat ini kedua ilmu tersebut sangat di butuhkan,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Yasini Pasuruan tersebut meminta ISNU untuk mengembangkan kajian keilmuan Islam bersandingan dengan sains. Menurutnya, ISNU bisa memberikan kemanfaatan besar pada masyarakat ketika menguasai teori sains dan teori agama Islam yang mumpuni.

“ISNU perlu mengembangkan NU dan sains karena banyak orang di luar banyak yang mengembangkan hal tersebut sehingga ada baiknya sarjana NU juga mengikuti jejak yang sama,” ujarnya

Lebih lanjut Gus Mujib sapaan akrabnya mengatakan, ISNU merupakan garda terdepan dalam menyumbangkan pemikiran pemikiran kepada masyarakat karena di dalam dirinya terdapat cita-cita masyarakat.

“Pengembangan ilmu pengetahuan harus terus di tingkatan dan di gali lebih dalam sehingga, bisa bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya juga menegaskan untuk mengembangkan suatu ilmu pengetahuan harus disertai dengan niat yang ikhlas dan jauh dari sifat sombong karena ini adalah ijtihad kita mari kita kembangkan bersama sama.

“Luruskan niat dalam mengembangkan ilmu dan jangan di sertai sifat sombong dalam hati kita,” tutupnya.

Ini Permintaan Gus Irsyad Kepada ISNU Pasuruan

Ini Permintaan Gus Irsyad Kepada ISNU Pasuruan

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan silaturahmi kepada Bupati Pasuruan, Gus M Irsyad Yusuf di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kota Pasuruan, Rabu (11/1/2023).

Ketua PC ISNU Ahmad Adip Muhdi menyebutkan, Gus Dr Irsyad menjadi salah satu Dewan Penasehat PC ISNU Kabupaten Pasuruan periode 2022-2026.

“Kami silaturahmi dan mengundang Beliau di acara pengukuhan pengurus pada Sabtu (14/1/2023) di Aula KH Ahmad Djufri,” imbuhnya kepada NU Pasuruan, Jumat (13/1/2023).

Dirinya menjelaskan, mendapatkan beberapa gagasan dan amanah untuk membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia.

“ISNU diminta memaksimal pendataan sarjana Nahdlatul Ulama Pasuruan. Selanjutnya dapat dilakukan kerja sama dalam peningkatan kompetensi sarjana,” kata Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salahuddin Pasuruan itu.

Diketahui, PC ISNU Kabupaten Pasuruan juga memberikan seragam kepada Bupati Pasuruan, Gus Dr M Irsyad Yusuf.