oleh Mokhamad Faisol | Rabu, 17 November 2021 | Kabar Berita
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan, Ahmad Adip Muhdi mengatakan, bahwa di dalam Islam terdapat sejumlah sekte atau kelompok. Masing-masing kelompok memiliki pedoman yang dianutnya.
Penekanan tersebut disampaikan kepada mahasiswa Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Sekolah Tinggi Agama Islam Salahudin (STAIS) Pasuruan, saat mengampu materi Aswaja, Selasa (16/11/2021).
Disebutkan, bahwa pedoman kelompok Ahlussunnah wal Jamaah adalah kitab Kutubus Sittah, yakni Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah.
Sedangkan kelompok Syiah berpedoman pada kitab Shahifah An-Numus, Shahifah Abithah, Ja’far Al-Abyad, dan Mushaf Fatimah. “Kelebihan Syiah adalah bisa menghafal keturunannya hingga Rasulullah SAW, termasuk tanggal lahir dan hari wafatnya,” ujar Adip.
Menurut Adip, kelompok Syiah adalah kelompok yang tidak mengakui Khulafaur Rasyidin, dan beranggapan bahwa kepemimpinan setelah Nabi Muhammad SAW adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib. “Khulafaur Rosyidin itu dianggap mengambil hak Sayyidina Ali sebagai pemimpin,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Adip juga menjelaskan tentang kelompok Khawarij, yakni kelompok kaum pembuat bid’ah. Disebut demikian karena keluar dari agama Islam dan keluar dari barisan Muslimin.
“Bagi mereka, yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits itu dianggap kafir, baik dosa kecil atau besar,” katanya.
Adapun kelebihan kelompok khawarij yaitu memiliki pemikiran yang modern, dengan mengenalkan konsep demokrasi yang salah satunya diterapkan di Indonesia. “Mereka ini menantang kepemimpinan sistem monarki atau kepemimpinan turun temurun,” jelas Adip.
Menurutnya, ada perbedaan antara Ahlussunnah wal Jamaah dengan Khawarij. Jika Khawarij beranggapan orang yang melakukan dosa itu kafir, maka Ahlussunnah wal Jamaah tidak demikian, dengan beranggapan orang yang melakukan dosa itu tidak kafir karena dosa itu sendiri ada tingkatannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pula tentang kelompok Muktazilah. Menurutnya, kelompok ini adalah yang paling rasionalis. “Di Muktazilah, apabila ada orang yang melakukan dosa besar berada di dua tempat. Kalau masih hidup berada di antara iman dan kafir, sedang jika sudah wafat berada di antara surga dan neraka,” terangnya.
Terkait Wahabi, menurutnya kelompok ini adalah kebalikan dari Muktazilah. Disebut demikian karena dalam memaknai Al-Qur’an tidak boleh ditakwil atau ditafsiri, harus sesuai dengan teks asli dalam Al-Qur’an.
“Semisal kalimat Yadullah dimaknai tangan Allah, sedangkan Ahlussunnah wal Jamaah ditakwil sehingga bermakna kekuasaan Allah SWT,” pungkasnya.
oleh Mokhamad Faisol | Sabtu, 6 November 2021 | Kabar Berita
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan Ahmad Adip Muhdi mengingatkan pentingnya memiliki database sarjana. Setidaknya hal ini dimiliki Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU di masing-masing kecamatan.
“Selanjutnya, saling bersinergi membentuk database anggota tingkat kabupaten,” ujar Adip saat membuka kegiatan turun ke bawah (Turba) PC ISNU Kabupaten Pasuruan bersama PAC ISNU Purwosari dan Wonorejo di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Purwosari, Dusun Sukun, Desa Bakalan, Jumat (05/11).
Ia juga menjelaskan langkah yang perlu dilakukan setelah ada database. Yakni melakukan pemetaan potensi anggota berdasarkan program studi, kemampuan soft skill, minat dan bakat, hingga kegiatan wirausaha yang telah dilakukan oleh para sarjana Nahdlatul Ulama.
“Dengan adanya spesifikasi keahlian, ISNU akan dapat secara maksimal dalam pendampingan kepada masyarakat, karena sesuai kemampuannya,” imbuhnya.
Adib juga berharap agar PAC se Kabupaten Pasuruan menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi dan komunitas di wilayahnya masing-masing. “Memperbanyak kawan bergerak,” ujar Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan itu.
Ia juga menegaskan agar PAC ISNU benar-benar menjadi pioner di masyarakat. Berkomitmen mendampingi masyarakat yang membutuhkan dengan bekal berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
“Kita ini pemikir, cendekiawan. Masyarakat butuh wawasan keilmuan,” pungkas alumnus UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua MWCNU Purwosari sekaligus sebagai tuan rumah H M Sutaji dan Ketua MWCNU Wonorejo Lukman serta jajaran PC ISNU Kabupaten Pasuruan.
oleh Mokhamad Faisol | Selasa, 2 November 2021 | Kabar Berita
Saiful Bakhri, Kordinator Bidang Perekonomian Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlotul Ulama (ISNU) Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi Sekertaris Umum (Sekum) Asosiasi Prodi Perbankan Syariah se Indonesia.
Ia terpilih dalam forum yang dilaksanakan oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Afebis) di Morchure Hotel Padang pada Senin (29/11/2021) hingga Rabu (01/12/2021).
Saiful Bakhri mengatakan, acara ini diikuti perguruan tinggi se Indonesia. Karena banyaknya peserta, sehingga dibagi menjadi tiga kelompok perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke.
“Wilayah satu meliputii Pulau Sumatera Raya, wilayah dua membawahi Jawa, Bali dan Madura. Sedangkan wilayah tiga meliputi Papua, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB),” ujarnya.
Lebih lanjut Kaprodi Perbankan Syariah STAIS Pasuruan tersebut mengatakan, pembagian ini dilakukan agar bisa saling berkolaborasi antara perguruan tinggi satu dengan yang lainnya.
“Karena sekarang sudah zaman digital saatnya bersanding, bukan bersaing. Meskipun kita bersaing harus tetap bersanding,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Kamis (02/12/2021).
Konsep yang diutarakan oleh Saiful Bakhri disetujui dalam forum tersebut dan diapresiasi. “Alhamdulillah konsep yang saya sampaikan dapat diterima di dalam forum tersebut,” lanjutnya.
Ia juga memiliki misi agar Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di dunia Internasional. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim.
“Tahun depan kami usahakan Indonesia menjadi pusat rujukan pengembangan ekonomi syariah, khususnya di bidang perbankan syariah,” harapannya.