oleh BAM Yusuf | Senin, 1 Februari 2021 | Kabar Berita
Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan membagikan seragam khusus kepada pengurus, yakni baju koko dengan bordir tulisan ISNU, Minggu (31/1/2021), bertempat di rumah Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Desa Wonojati Kecamatan Gondangwetan.
Menurut Dr. Ahmad Adip Muhdi, selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, bahwa pembagian seragam tersebut adalah kegiatan terakhir ISNU. Hanya saja, pada tahap pertama saat ini, pembuatan seragam tersebut khusus untuk pengurus saja.
“Nantinya, baju koko atau taqwa berbordir ISNU ini bisa dimiliki oleh para tokoh dan para sarjana NU di Pasuruan secara keseluruhan. Bahkan, untuk masyarakat secara umum,” ujarnya.
“Seragam ini juga merupakan bagian dari persiapan menjelang kegiatan MKNU yang akan digelar oleh PC ISNU Kabupaten Pasuruan bersama PW ISNU Jatim,” pungkas Pria yang menjadi Dosen di beberapa kampus di Pasuruan tersebut.
Adapun harga jual dari satu baju koko tersebut hanya Rp. 120.000. Selain itu, dalam pembuatan tahap pertama ini mendapatkan dukungan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kontributor: BAM Yusuf
Editor: Bahrur Rozi
oleh BAM Yusuf | Senin, 11 Januari 2021 | Kabar Berita
Dalam rangka memberikan dukungan terhadap anjuran pemerintah terkait disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 serta pengetatan kembali berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan membagikan sekitar 2000 masker ke sejumlah Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Minggu (10/1/2021).
Pembagian masker yang dilakukan oleh para sarjana NU tersebut bermula dari pemberian masker kepada para Mahasiswa Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI DALWA) Bangil dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini. Selanjutnya, direncanakan pembagian masker itu akan meliputi seluruh Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Menurut Dr Ahmad Adip Muhdi, M.Hi, Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa pembagian masker ini merupakan bentuk kegiatan ISNU dalam membantu program pemerintah dalam upaya penuntasan wabah Covid-19.
“Kita tahu sendiri bahwa pemerintah telah mengeluarkan surat edaran melalui Tim Gugus Tugas Kabupaten terkait pengetatan protokol kesehatan di masyarakat. Hal ini dikarenakan makin meningkatnya kasus covid-19,” ungkap Ketua ISNU Kabupaten Pasuruan tersebut.
Beliau juga menambahkan bahwa dengan disiplin protokol kesehatan ditingkatan lembaga pendidikan diharapkan tidak ada kasus yang menimpa para warga yang sedang belajar di Lembaga atau Perguruan Tinggi tersebut.
“ada sekitar 11 Perguruan Tinggi di Kabupaten Pasuruan, nantinya bukan hanya Dalwa dan Al-Yasini saja, kita sudah membagi masker bantuan pemerintah ini ke sejumlah Perguruan Tinggi dan beberapa Lembaga Pendidikan di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.
Selain membagikan masker, kegiatan yang dimotori oleh PC ISNU Kabupaten Pasuruan itu, juga membagikan sejumlah Vitamin C kepada para santri, pelajar dan mahasiswa Dalwa dan Al-Yasini dengan harapan dapat meningkatkan imunitas tubuh para santri, pelajar dam mahasiswa tersebut.
Selanjutnya, PC ISNU Kabupaten Pasuruan menghimbau kepada para ustadz-ustadzah, guru dan dosen agar ikut mensosialisasikan disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Perguruan Tinggi maupun satuan Pendidikannya masing-masing. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan wabah ini dapat segera berakhir.
Kontributor: BAM Yusuf
Editor: Nuryanto
oleh BAM Yusuf | Selasa, 5 Januari 2021 | Apresiasi Wisuda
Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi terhadap wisudawan terbaik 1, 2, dan 3 dalam kegiatan Wisuda ke-XV Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Shalahuddin (STAIS) Pasuruan, Minggu, 3 Januari 2021.
Kegiatan wisuda bertempat di Aula Hotel BJ Perdana Purworejo Kota Pasuruan tersebut, diikuti oleh 101 wisudawan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Berikut nama-nama wisudawan terbaik yang mendapatkan hadiah dari PC ISNU Kabupaten Pasuruan, yakni Nikmatus Sholicha dengan nilai IPK 3,67, Siti Chaiyun Fa’idah dengan nilai IPK 3,65, dan Endang Susilowati dengan nilai IPK 3,63. Adapun penghargaan tersebut berupa uang tunai dengan total senilai 1,5 Juta Rupiah.
Menurut Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Adip Muhdi, M.H.I, kegiatan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada lulusan yang berprestasi diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terlibat dalam upaya menghargai prestasi kepada generasi anak bangsa.
”Kita pimpinan cabang ISNU harus menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk pandai menghargai prestasi anak bangsa,” ujarnya kepada wartawan nupasuruan.or.id disela-sela kegiatan tersebut.
“PC ISNU Kabupaten Pasuruan tentu secara universal ingin berbuat sesuatu untuk kemajuan bangsa dan negara ke depan. Karena Sarjana adalah kader pemimpin masa depan yang harus diberikan apresiasi karya-karyanya dan hanya mereka lah yang kelak meneruskan kepemimpinan ISNU di masa mendatang,” pungkas Pria yang menjadi Dosen di beberapa kampus tersebut.
Kontributor: BAM Yusuf
Editor: Bahrur Rozi
oleh BAM Yusuf | Rabu, 30 Desember 2020 | Buku
Usai melakukan pelatihan karya ilmiah dan penulisan buku, kali ini Pimpinan Cabang Ikatan sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) kabupaten Pasuruan mengadakan kegiatan bedah buku sekaligus memperkenalkan karya-karya kader NU yang sudah diterbitkan oleh PC ISNU.
Acara yang diadakan di Aula Hotel Dalwa tersebut, Minggu, 27 Desember 2020, diikuti 68 Peserta dari PAC ISNU dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Adapun buku yang dibedah adalah buku berjudul Pengembangan Kurikulum Pesantren Muadalah, yang ditulis oleh Dr. H. Abdulloh Sodiq, M.Pd., selaku Dosen ITSNU-STAIS Pasuruan.
Dalam sambutannya, ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., menjelaskan bahwa selain rutin menyelenggarakan kegiatan bedah buku, ISNU juga mendiatribusikan buku tersebut ke kampus-kampus Islam di Indonesia.
“Sebelumnya kita sudah beberapa kali mengadaan bedah buku karya sarjana NU, bahkan karya-karya tersebut melalui PC ISNU sudah kami bantu menyebarkan di sejumlah Universitas Islam di seluruh Nusantara,” ujarnya.
“Acara ini juga merupakan kelanjutan dari program kegiatan penerbitan buku karya sarjana Pasuruan yang tujuannya untuk mengkaji ulang dan mencari masukan pemikiran dari berbagai pihak. Disamping itu, bedah buku tersebut dimaksudkan untuk sosialisasi keberadaan buku buku terbitan PC ISNU Kabupaten Pasuruan,” pungkas Pria yang juga menjadi Dosen di beberapa Perguruan Tinggi tersebut.
Berikut beberapa buku dari sarjana NU Kabupaten Pasuruan yang sudah diperkenalkan melalui PC ISNU Kabupaten Pasuruan, buku berjudul Hadis Ahwalus Syakhsiyah karya Dr. Nor Salam, Buku Manajemen Terpadu Perguruan Tinggi dan Pesantren karya Dr. Adip Muhdi, M.H.I., Buku Mustafa Kemal, Gur Dur dan Soekarno karya Dr. Abdullah Shodiq, dan lain-lain.
Kontributor: BAM Yusuf
Editor: M. Fahrizal Yusuf
oleh BAM Yusuf | Senin, 21 Desember 2020 | Kabar Berita
Bakat menulis merupakan suatu kemampuan yang perlu diasah setiap saat supaya keahlian menulis seseorang dapat selalu berkembang dan meningkat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kemampuan dan produktivitas menulis, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan mengadakan Workshop Metodologi Penulisan Buku bagi Guru dan Dosen se-Kabupaten Pasuruan di Aula Rumah Inovasi PC LP maarif NU Kabupaten Pasuruan. Minggu (20/12/2020).
Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. Semua peserta pelatihan, sangat antusias dalam mengikuti kegiatan workshop hingga selesai. Adapun pemateri dalam Workshop tersebut ialah Dr. H. Irham Zuhdi, M.Pd., salah seorang penulis aktif di Pasuruan.
Dr. Ahmad Adip Muhdi, M. Hi., selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa pelatihan atau workshop juga diikuti oleh perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjan Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) se-Kabupaten Pasuruan.
“Selain perwakilan dari 11 (sebelas) Perguruan Tinggi di Kabupaten Pasuruan, workshop ini diikuti pula oleh PAC ISNU di Pasuruan” ujar Doktor Adip, sapaan akrabnya.
Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali potensi menulis dari para kader Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan.
“Dari pelatihan ini, kami harapkan nanti makin bermunculan penulis-penulis dari Kader NU, kami PC ISNU siap membantu menerbitkan karya-karya dari kader NU,” ujar Alumnus UINSA tersebut.
Senada dengan Doktor Adip, dalam sambutan yang disampaikan oleh KH. Saiful Anam Chalim, selaku Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan bahwa masih banyak kader-kader Nahdlatul Ulama yang belum ahli dalam menulis Buku.
“Pelatihan ini sangat penting, karena kader-kader NU banyak yang ahli dalam menulis karya ilmiah. Seperti Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Namun, masih sedikit yang ahli dalam menulis buku dengan Baik,” ungkap pria yang akrab dipanggil Gus Saiful tersebut.
Kontributor: BAM Yusuf
Editor: Nuryanto